Home » Sinopis Film Terbaru

KING Bukan Film Biografi Liem Swie King

28 Juni 2009 2.353 views 2 Comments

film-kingJika Anda membayangkan film KING adalah film biografi Liem Swie King, bersiap-siaplah untuk kecewa. Tapi kekecewaan itu justru memberi kejutan saat Anda menontonnya. Ari Sihasale pandai meramu kisah hidup legenda bulutangkis era 70-an itu menjadi film yang mampu membangkitkan semangat penontonnya untuk selalu berusaha maksimal mengejar impian.

Paham bahwa film biografi cenderung membuat penonton jemu, dihadirkanlah Guntur sebagai pemain utama. Anak SD yang dibesarkan sendirian oleh ayahnya (Mamiek Prakoso). Sebagai seorang komentator untuk pertandingan bulutangkis di depan rumahnya, ayah Guntur berharap anaknya dapat menjadi juara bulutangkis, seperti idola dia dan ayahnya, Liem Swie King.

Ayah Guntur hanya bekerja sebagai pengumpul bulu angsa, bahan untuk pembuatan shuttlecock. Dia sangat mencintai bulutangkis dan dia menularkan semangat dan kecintaannya itu pada Guntur, walaupun dia sendiri tidak bisa menjadi seorang juara bulutangkis. Karena itulah, Guntur diperlakukan dengan keras dalam hal latihan bulutangkis. Guntur, ditandingkan dengan pemain yang jauh lebih tua dan bepengalaman.

Tentu kekalahan yang dialaminya. Bukannya menghibur, Guntur justru dimarahi oleh ayahnya atas kekalahan tersebut. Mendengar cerita ayahnya tentang King sang idola, yang selalu dibanding-bandingkan dengan dirinya, Guntur bertekad untuk dapat menjadi juara dunia. Dengan segala keterbatasan dan kendala yang ada di hadapannya.
Sahabat setianya, Raden dan Michele pun selalu berusaha membantu Guntur. Dengan semangat yang tinggi tanpa mengenal lelah, dan pengorbanan berat yang harus dilakukan, Guntur tak henti-hentinya berjuang untuk mendapatkan beasiswa bulutangkis dan meraih cita-citanya menjadi juara dunia bulutangkis kebanggaan Indonesia.
Ketika seleksi pendaftaran seleksi beasiswa Djarum untuk bulutangkis dibuka, Guntur berlatih jauh lebih keras.

Didampingi sahabatnya, Guntur fokus pada seleksi tersebut. Guntur berhasil lolos pada seleksi awal, untuk dilanjutkan ke seleksi akhir di Kudus. Masalahnya, jarak Banyuwangi ke Kudus tentu bukan perkara mudah untuk seorang anak pengumpul bulu angsa. Itupun dengan pertaruhan, belum tentu Guntur diterima.

Seolah ingin bertutur di mana ada kemauan pasti ada jalan, Ari Sihasale memberikan rangkaian perjalanan yang indah dalam mengantar Guntur ke Kudus. Bukan hanya kisahnya, visual landscape yang ditawarkan sangat menggoda. Mampukah Guntur mewujudkan impiannya dan ayahnya? Seberapa kuat dia bertahan dari persaingan saat di karantina? Bisakah dia bertemu Liem Swie King, sang idola?(int/ekk)


Baca Juga Yang Dibawah ini


  • » Film Slayers, Bermain untuk Hidup
  • » Sensasi yang Berbeda
  • » Andy Lau Beraksi di Film Future X-Cops
  • » Film Bounty Hunter
  • » Kerja LSF Belum Maksimal
  • » PP No & Tahun 1994 Tentang Lembaga Sensor Film Pasal 19
  • » Film Animasi Ranpuzel Segera Dirilis
  • » The Fast and The Furious 5 Segera Dirilis
  • » Film Toy Story 3
  • » Film Master Harold and The Boys
  • » Avatar Jadi Tontonan Keluarga
  • » Ambil Pelajaran dari Avatar
  • » Film Bukan Malin Kundang
  • » Film Avatar
  • » Film Planet 51
  • » Tren Film dalam Negeri di Akhir Tahun Film Baru, Pendatang Baru
  • » The Next Of The Twilight Saga New Moon
  • » Film The Accidental Husband, Susahnya Memilih Calon Suami
  • » Heart Break Trik Mengejar Cinta
  • » Film Ninja Assassin, Penyegar Dahaga Akan Ninja
  • 2 Comments »

    • Investasi said:

      wew, bikin saya nambah penasaran aja ini thanks bos infonya langsung berangkatlah salam kenal

    • endah said:

      ya sangat…sangat…dan sangat…bagus dech ceritanya king aku jadi sangat terharu dengan perjuangannya guntur.tapi,aku juga tidak mau kalah dengan guntur

    Silakan beri komentarmu

    Berikan komentarmu. Bisa juga minta info jika ada komentar baru lewat RSS.

    Curahkan isi hati, tunjukkan Xpresi mu!!! no spam or your IP will be banned

    Kamu juga bisa gunakan tags ini:
    <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>