MAN 2 Model Pekanbaru Gesa Madrasah Bertaraf Internasional
Pada awalnya lembaga pendidikan madrasah dianggap kurang berkualitas oleh sebahagian kalangan, karena proses pembelajarannya dianggap kurang bersinergi dengan perkembangan teknologi. Namun pada akhir-akhir ini Departemen Agama menggesa percepatan pengembangan dan peningkatan proses pembelajaran di madrasah sehingga madrasah betul-betul bisa menunjukkan kebolehannya dalam mencetak genersi-generasi berkualitas, intelek dan agamis yang berbasis IT di negeri ini. Begitu juga dengan MAN 2 Model Pekanbaru dan Madrasah-madrasah lainnya di Provinsi Riau.
MAN 2 Model Pekanbaru merupakan salah satu dari 35 Madrasah Aliyah Negeri Model (MAN Model, red) se-Indonesia yang ditunjuk oleh Departemen Agama RI sebagai Madrasah Nasional Bertaraf Internasional (MNBI).
Untuk itu MAN 2 menjalin kerja sama dengan MAN Insan Cendikia Serpong Banten yang didirikan oleh Prof DR BJ Habibie MEng dan Sekolah Menengah Internasional Kebangsaan Malaysia Seri Bintang Utara serta International Islamic School Bukit Gombak Kuala Lumpur, Malaysia.
‘’Hal ini diharapkan Madrasah ini bisa bersaing dengan SMUN Plus, SMUN 8, SMUN 1,’’ papar Muliardi tentang kerja sama tersebut disela-sela sambutannya pada penyerahan piala Oliampiade Fisika, Jumat (30/9) lalu.
Menunjang pencapaian tujuan tersebut, pada saat ini MAN 2 sudah memiliki 19 unit gedung permanen berupa gedung pendidikan dan gedung–gedung penunjang lainnya yang terdiri dari ruang belajar dua lantai.
Dalam mewujudkan keinginan diatas, MAN 2 Model Pekanbaru sudah menggesa percepatan-percepatan yang bisa memacu proses peningkatan mutu. Di bidang kurikulum pada saat ini sudah ditempatkan Wakil Kepala yang betul-betul mampu melakukan percepatan tersebut. Menurut Waka Bidang Kurikulum Drs Zulkifli MPd, untuk mencapai tujuan institusi dan menjawab tantangan dunia pendidikan ke depan, MAN 2 Model Pekanbaru menyelenggarakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), Depdiknas dan Kurikulum Depag.
‘’Kita juga memperkaya kurikulum internasional yang dikemas dengan struktur program yang menitik beratkan pada penguasaan basic knowledge of science and technology, pendidikan agama serta penguasaan Bahasa Inggris dan Bahasa Arab,” ujar Zulkifli, guru Departemen Agama berprestasi Nasional ini. (Hendrawan-SJ)














Silakan beri komentarmu