Awali PBM dengan Mengaji
Keberhasilan pendidikan akademik dan non-akademik tentu menjadi pioritas bagi pelajar. Hal itulah yang disampaikan oleh Desmi Erwinda selaku kepala sekolah SMP Negeri 8 Pekanbaru, Jumat (13/11) lalu.
Namun selain mendidik siswa menjadi individu yang sukses, Desmi Erwinda dan guru agama SMPN 8 pun membuat program baru untuk mengawali Proses Belajar Mengajar (PBM) dengan tadarus Alquran. Kegiatan ini telah berlangsung sejak tahun ajaran 2009-2010 ini.
“Kepedulian tentang agama sangat penting. Terkadang pada saat ini kita menyadari bahwa banyak dari siswa kita yang muslim tidak lancar atau justru buta dengan Alquran. Sehingga dengan kegiatan ini kita dapat memfilter siswa yang lancar atau belum dalam membaca Alquran,” terang Desmi Erwinda.
Desmi Erwinda juga mengatakan bahwa siswa yang belum atau tidak lancar dalam membaca Alquran, maka wali murid yang bersangkutan pun akan dipanggil. “Kita memang bukan sekolah berbasis agama, namun kita hanya bisa memanggil wali murid yang anaknya tidak bisa mengaji untuk diberi masukan. Bagi siswa yang telah lancar dalam membaca Alquran, maka kita menyediakan ekstrakurikuler seni membaca Alquran,’’ ujarnya.
Selain itu, Kasek SMPN 8 tersebut juga berencana untuk mengadakan kegiatan MTQ antar sekolah jika program tersebut berjalan lancar. “Nantinya kita juga akan berencana membuat acara MTQ bila program ini lancar,” uacpnya lebih lanjut.
Program tersebut terlaksana tanpa mengganggu PBM setiap harinya. Tadarus tersebut dilaksanakan pada hari Selasa, Rabu dan Kamis. “Kita tidak setiap harinya sebab kalau hari Senin kan ada upacara bendera, Jumat ada ceramah agama dan Sabtu ada senam pagi. Kita juga tidak ingin mengganggu PBM. Waktu yang diambil 15 menit untuk tadarus di dalam kelas masing-masing. Dari kegiatan ini kami berharap siswa yang muslim tidak lagi buta dengan huruf Alquran” harapnya. (Wido-SJ)












Silakan beri komentarmu