SMPIT AL-Ittihad Rumbai Jaring Murid Tidak Disiplin
Tidak disiplin dalam arti kata melanggar rambu-rambu atau undang-undang yang telah disepakati oleh pihak sekolah dengan murid. Seperti disiplin rambut pendek untuk murid SMPIT-Iltihad Rumbai menjadi rambu-rambu merah yang tidak boleh dilanggar.
Didapat 10 murid (akhi) yang terjaring pada razia rambut Senin (16/11). Mereka berasal dari kelas VII, VIII, dan IX. Setelah terjadi pemeriksaan seminggu berturut-turut dalam satu bulan. Dan juga telah diberi peringatan sebanyak tiga kali.
Tanpa ampun, guru bidang pengembangan kesiswaan SMPIT AL-Ittihad Andri mencukur rambut satu per satu akhi menjadi korban pemotongan.
‘’Ngga usah lagi ustad, janji besok langsung dipotong. Ndehh.. ustad ni kejam dang,” ujar salah satu akhi yang saat itu meminta belas kasian agar rambutnya tidak dipotong.
Sebenarnya ketentuan panjang rambut akhi dikatakan Kepala Kesiswaan SMPIT Al-Ittihad Baedah adalah minimal satu inci. Satu inci rambut bagian atas, kiri, kanan dan belakang. Dan tidak boleh menyentuh telinga dan kerah seragam sekolah.
”Panjang rambut akhi itu minimal satu inci. Ukuran ini berlaku untuk semua bagian rambut kepala atas, kiri, kanan dan belakang. Dan tidak boleh menyentuh telinga dan kerah baju,” ujar Baedah.
Tentu saja rambut pendek ini sudah menjadi ketentuan sebagai peraturan sekolah SMPIT Al-Ittihad. Yang sebelumnya peraturan ini dibuat setelah mengadakan kesepakatan antara pihak sekolah dengan orangtua murid. Dan peraturan ini sudah disetujui dan di teken kontrak. Termasuk remedial dan peraturan lainnya.
Namun, peraturan rambut pendek ini, ditambahkan Baedah berlaku juga untuk kepala sekolah dan guru. Karena untuk mendidik siswa untuk disiplin dimulai dari guru, kemudian turun ke murid. “Kadang, kebalikannya. Murid yang menegur kita,” tutur Baedah.
Tujuan dari disiplin rambut ini dikatakan Baedah agar akhir dapat kelihatan rapi, cakep dan ada nuansa es-tetikanya.(Mela-SJ)











Silakan beri komentarmu