Home » Artikel Pendidikan

Apa dan Mengapa Student Teams Achievement Division (STAD)

15 Nopember 2009 1.395 views 2 Comments

Student Teams Achievement Division selanjutnya di singkat STAD, dikembangkan oleh Robert Slavin dan teman-temannya di Universitas John Hopkin dan merupakan pendekatan pembelajaran kooperatif atau cooperative learning yang paling sederhana.

Guru yang menggunakan STAD, juga mengacu pada belajar kelompok siswa, menyajikan informasi akademik baru pada siswa setiap minggu menggunakan presentasi verbal atau teks.

Siswa dalam suatu kelas tertentu dipecah jadi kelompok dengan anggota 4-5 orang, tiap kelompok harus heterogen, terdiri dari laki-laki dan perempuan, berasal dari berbagai suku, memiliki kemampuan tinggi, sedang, dan rendah.

Anggota tim menggunakan lembar kegiatan atau perangkat pembelajaran yang lain untuk menuntaskan materi pelajarannya dan kemudian saling membantu satu sama lain untuk memahami bahan pelajaran melalui tutorial, kuis, satu sama lain dan atau berdiskusi. Secara individual tiap minggu atau tiap dua minggu siswa diberi kuis. Kuis itu diskor dan tiap individu diberi skor perkembangan. Skor perkembangan ini tidak berdasarkan pada skor mutlak siswa, tapi pada seberapa jauh skor itu melampaui rata-rata skor yang lalu.

Dalam metode ini, kata dia, siswa ditempatkan dalam tim belajar beranggotakan empat atau lima orang yang merupakan campuran menurut tingkat prestasi, jenis kelamin, dan suku. Guru menyajikan pelajaran, siswa bekerja dalam tim mereka untuk memastikan seluruh anggota tim telah menguasai pelajaran tersebut. Seluruh siswa dikenai kuis tentang materi itu.

Saat belajar berkelompok, siswa saling membantu untuk menuntaskan materi yang dipelajari. Guru memantau dan mengelilingi tiap kelompok untuk melihat adanya kemungkinan siswa yang memerlukan bantuan guru. Metode ini pun dibantu oleh metode pelatihan, penugasan, dan tanya jawab sesuai satuan pelajaran sehingga ketuntasan materi dapat terwujud.

Penerapan metode ini menggunakan beberapa pendekatan pembelajaran, seperti pendekatan kooperatif, kontekstual, dan konstruktif. Keterpaduan ini dapat terwujud dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan perolehan nilai atau kemampuan anak pada suatu kegiatan belajar mengajar yang konsisten.

Setelah menyusun program pembelajaran, kegiatan berikutnya adalah menyajikan program tersebut dalam satu kelas yang dibagi menjadi beberapa kelompok studi secara kooperatif. Kegiatan belajar mengajar ini diterapkan dengan metode STAD yang dipandang sebagai suatu metode pembelajaran kooperatif yang efektif, khususnya pada pokok bahasan membaca pemahaman.

Penerapan metode STAD terdiri atas siklus pembelajaran yang membawa siswa pada suasana kerja sama yang diharapkan. Siklus kegiatan pembelajaran tersebut adalah:

(1) Mengajar: menyajikan pembelajaran,

(2) Belajar dalam tim: siswa bekerja dalam tim dengan dipandu oleh lembar kegiatan untuk menuntaskan materi pelajaran,

(3) Tes: siswa mengerjakan kuis atau tugas lain secara individual (misalnya tes esai atau kinerja),

(4) Penghargaan tim: skor tim dihitung berdasarkan skor peningkatan anggota tim, laporan berkala kelas. Papan pengumuman digunakan untuk memberi penghargaan kepada tim yang berhasil mencetak skor tinggi.

Untuk memudahkan penerapannya, guru perlu membaca tugas-tugas yang harus dikerjakan tim, antara lain:

(a) Meminta anggota tim bekerja sama mengatur meja dan kursi, serta memberikan siswa kesempatan sekitar 10 menit untuk memilih nama tim mereka atau ditentukan menurut kesesuaian,

(b) Membangkitkan lembar kerja siswa (LKS),

(c) Menganjurkan kepada siswa pada tiap-tiap tim bekerja berpasangan (dua atau tiga pasangan dalam satu kelompok),

(d) Memberikan penekanan kepada siswa bahwa LKS itu untuk belajar, bukan untuk sekadar diisi dan dikumpulkan. Karena itu penting bagi siswa diberi lembar kunci jawaban LKS untuk mengecek pekerjaan mereka pada saat mereka belajar,

(e). Memberikan kesempatan kepada siswa untuk saling menjelaskan jawaban mereka, tidak hanya mencocokkan jawaban mereka dengan lembar kunci jawaban tersebut,

(f) Apabila siswa memiliki pertanyaan, mintalah mereka mengajukan pertanyaan itu kepada teman atau satu timnya sebelum menanyakan kepada guru,

(g). Pada saat siswa bekerja dalam tim, guru berkeliling dalam kelas, sambil memberikan pujian kepada tim yang bekerja baik dan secara bergantian guru duduk bersama tim untuk memperhatikan bagaimana anggota-anggota tim itu bekerja,

(h). Memberikan penekanan kepada siswa bahwa mereka tidak boleh mengakhiri kegiatan belajar sampai dapat menjawab dengan benar soal-soal kuis yang ditanyakan.

Dengan memahami dan mengetahui model pembelajaran coperative learning model STAD ini, maka guru akan dapat merubah paradigma mengajar dari konvensional kepada model pembelajaran yang dapat memotivasi siswa untuk aktif, kreatif, inovatif dan menyenangkan. Semoga.***


Baca Juga Yang Dibawah ini


  • » Perlu Diketahui Guru
  • » Prosedur Pembelajaran Kontekstual
  • » Guru dan Siswa Dalam Pembelajaran Kontekstual
  • » Sejarah Pembelajaran Kontekstual
  • » Pembelajaran Konstektual dan Motivasi Siswa
  • » Mengapa Pembelajaran Kontekstual
  • » Hakiki Pembelajaran Kontekstual
  • » Efektifitas Model Pembelajaran Cooperative Learning
  • » Karakteristik STAD
  • » Berbagai Saran dalam Cooperative Learning
  • » Pengelolaan Kelas Cooperative Learning
  • » Teori Pembelajaran Vygotsky dalam Cooperative Learning
  • » Teori Pembelajaran Piaget
  • » Teori Pembelajaran Ausubel
  • » Teori Konstruktivisme dalam Cooperative Learning
  • » Tujuan Pengembangan Model Cooperative Learning
  • » Konsep Dasar Pengembangan Cooperative Learning
  • » Unsur-unsur dari Cooperative Learning
  • » Kelebihan dan Kekurangan Cooperative Learning
  • » Karakteristik dan Prinsip Cooperative Learning
  • 2 Comments »

    • lily said:

      thx yaa .. bantu bangett nii tulisann :))

    • Pendidikan di Indonesia » Blog Archive » Pendidikan di Indonesia said:

      [...] Pada ‘’Teroka’’ terdahulu kita telah banyak membahas tentang apa dan mengapa cooperative learning, dan juga telah disinggung berbagai jenis cooperative learning yang dapat dilaksanakan guru dalam suatu proses pembelajaran secara singkat. Maka sekarang kita akan bahas satu per satu jenis-jenis cooperative learning yang dapat dilakukan guru melalui jenis cooperative learning jenis Student Teams Achievement Divisions yang selanjutnya di singkat (STAD) Karena itu pelaksanaan cooperative learning harus diiringi pembekalan keterampilan melakukan kerja sama seperti berani bicara dan mengemukakan pendapat, bertanya, menghargai pendapat teman, memberi semangat pada teman untuk berbicara, tidak mendominasi pembicaraan … Apa dan Mengapa Student Teams Achievement Division (STAD) [...]

    Silakan beri komentarmu

    Berikan komentarmu. Bisa juga minta info jika ada komentar baru lewat RSS.

    Curahkan isi hati, tunjukkan Xpresi mu!!! no spam or your IP will be banned

    Kamu juga bisa gunakan tags ini:
    <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>