Resensi Novel Mongk
Mencari Pembunuh Pencuri Sepatu Kiri
Novel ini menceritakan seorang detektif gokil dan aneh dengan gayanya yang sesuka hati. Dialah Adrian Monk, detektif yang konon paling menggemaskan seantero jagat. Kendati bergaya aneh bin ajaib, Monk adalah sosok yang genius. Ia akan selalu bisa mencium kejanggalan sekecil apa pun, di mana pun, kapan pun. Tapi ia juga sungguh aneh, seperti makhluk planet Mars yang terdampar di bumi, yang tingkahnya ada-ada saja, tak terduga, dan yang pasti, lucu bukan kepalang.
Kisah ini dimulai dari suatu pagi yang cerah saat Monk berjalan-jalan di taman kota. Kehebohan terjadi ketika seseorang menemukan mayat perempuan. Bagi awam, mayat perempuan itu seperti mati begitu saja. Namun bagi Monk, sepintas saja dia sudah paham kalau perempuan itu dibunuh, bahkan oleh orang yang benar-benar ahli. Kemampuan Monk ini juga diturunkan kepada beberapa orang anak buahnya. Di antaranya adalah tokoh ‘’aku’’ yang menceritakan kisah bosnya yang nyentrik bernama Monk. Tokoh aku menggambarkan dengan rinci bagaimana kiprah Monk dalam melakukan penyelidikan dan bagaimana kuatnya feeling sang detektif. Sayang, Monk sering kali bokek, dan ini berdampak juga pada sang aku.
Sekarang ini Monk menghadapi kasus pembunuhan wanita-wanita muda yang sepatu sebelah kirinya diambil pelaku. Tentu saja ini sebuah keanehan tersendiri. Pertanyaan tentu saja langsung mengemuka, mengapa harus mengambil sepatu, dan mengapa yang kiri. Lewat gayanya yang nyentrik, Monk pun memulai penyelidikan yang terjadi. Akan tetapi, belum tuntas menyelesaikan kasus itu, terjadi mogok kerja massal di kepolisian yang dinamakan ‘’Flu Biru’’. Untuk mengatasi kekurangan personel, Monk diangkat oleh walikota menjadi Kapten Polisi yang memimpin Divisi Pembunuhan.
Dalam menyelesaikan misinya sebagai kapten, Monk dibantu oleh tim khusus yang terdiri atas para detektif ‘’edan’’ yang sudah dibuang dari kepolisian. Tentu saja termasuk di dalamnya tokoh aku itu. Monk dan tim barunya dipaksa bekerja keras, bahkan sejak hari pertama Monk menjadi kapten. Selain menyelidiki kasus pembunuhan ‘’sepatu kiri’’, Monk juga harus mengungkap misteri-misteri aneh lainnya, yaitu kematian seorang peramal, pembunuhan beberapa orang dengan tanggal dan tahun kelahiran yang sama, serta kematian seorang polisi rekan mereka.
Kisah yang ditampilkan dalam novel ini sangat memikat, penuh misteri, dan lucu sekali. Ia menjadi kisah yang cerdas dan berliku dengan plot yang bagus dan dituturkan dengan apik. Karakternya lihai, jenaka, dan simpatik. Sang penulis berhasil menampilkan Monk yang konyol namun cerdas dan memiliki naluri detektif yang sangat kuat. Jika dibandingkan cerita film, Monk mungkin tak jauh beda dengan Ace Ventura, si detektif hewan, lucu dan banyak akal. Juga penuh ketegangan dan humor yang tak terduga.***
—————————-
Resensi Novel Barat, Terjemahan.
Virna Lastri
Penyuka Novel Misteri














Silakan beri komentarmu