Hari-hari Konspirasi, Resensi Novel Conspiracy 365
Namanya Callum Ormond, masih sekolah menengah dan berumur 15 tahun. Namun garis keturunan dari ayah-kakek dan seterusnya telah menjadikannya harus cepat menjadi orang yang lebih dewasa, lebih besar dan siap menghadapi ancaman besar berupa kematian. Callum harus menghadapi kenyataan bahwa dirinya adalah korban konspirasi akibat darah Ormond di tubuhnya. Ia adalah buronan yang dicari.
Seorang pria misterius menghubungi Callum di malam tahun baru. Ayahnya yang selama ini diduga meninggal dengan wajar ternyata adalah korban pembunuhan dan konspirasi tingkat tinggi. Ini berkaitan dengan penelitian ayahnya tentang silsilah keluarga Ormond. Ini adalah soal keistimewaan keluarga Ormond yang sebenarnya sudah diberitahu ayahnya kepada Callum, namun dia belum mengetahuinya secara pasti. Para mafia dan konspirator di luar sana ternyata sudah mengetahui rahasia yang dimiliki Callum, walaupun ia sendiri belum memahaminya.
Yang membuat remaja itu bingung adalah bahwa pria yang memberitahunya tentang konspirasi melenyapkan keluarga Ormond hanya seorang pria gila, dengan jubah hitam kumuh dan badan yang bau. Usai menyampaikan pesannya, petugas medis datang, menyuntiknya dan membawanya pergi ke rumah sakit jiwa. Ormond hanya terpaku, apakah akan mempercayai perkataan orang gila itu atau meng-abaikannya. Masa mudanya terlalu indah untuk terlibat dalam soal yang mungkin tak perlu seperti ini. Dia ingin mengabaikan orang gila itu.
Namun kenyataan yang diterimanya ternyata menjadi puzzle yang merangkai pembenaran apa yang disebut orang gila itu. Siapa dia sesungguhnya? Callum pun tak tahu. Akan tetapi setelah itu, dia memang mengalami berbagai peristiwa yang tragis, mulai dari percobaan pembunuhan dan penculikan sampai pada penyerangan terhadap adik dan pamannya. Callum coba mendapatkan petunjuk dari surat yang pernah dikirimkan ayahnya yang juga disertai gambar Malaikat Ormond. Callum juga mencoba mencari petunjuk lain lewat gambar-gambar yang dibuat ayahnya selama masa perawatan. Semuanya menjadi teka-teki maut yang membahayakan jiwanya.
Dalam kebingungannya, Callum hanya perlu membuat satu dari dua keputusan penting. Yang pertama ia harus lari dan bersembunyi sebisanya seperti saran orang gila itu. Atau yang kedua dia menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi, dan itu tentu dengan mempertaruhkan nyawanya. Callum punya waktu 365 hari untuk bersembunyi atau mengungkap konspirasi yang akan terjadi padanya.
Novel Conspiracy 365 ini memaparkan kisah Callum mulai 1 Januari hingga 31 Desember tahun berikutnya. Kisahnya dimulai dengan cepat dan mengalir begitu saja, dengan kejutan-kejutan di sana-sini. Jika ada novel trilogi atau yang lainnya, novel ini lebih panjang. Ia adalah yang pertama dari 12 novel, dari Januari hingga Desember.
Yang lebih unik dari novel ini adalah halaman-halamannya yang terbalik, dari halaman 206 menuju ke halaman satu. Tentu penceritaannya tak terbalik karena dimulai akhir Desember dan berakhir juga di akhir Desember tahun berikutnya. Novel ini menarik, kuat, dan memiliki jalan cerita yang tak pernah putus. Mengundang rasa penasaran dan dipenuhi jebakan. Ada riset yang mendalam dalam penulisannya sehingga terkesan sangat lengkap.***
Rahmadi
Alumnus UIN Suska Riau














Silakan beri komentarmu