Inspirasi saat Shopping, Resensi Buku Chicken Soup for the Shopper’s Soul
Shopping di mal tentu mengasyikkan. Tapi sebelum ada mal, tentu banyak teknik berbelanja yang pernah dipraktikkan. Dan setiap orang, entah dengan alat tukar apa atau media apa, pernah berbelanja. Melakukan transaksi dengan cara berbelanja merupakan salah satu cara untuk meneruskan kelangsungan hidup sejak zaman purba. Tapi tahukah kamu, bahwa banyak kisah seru dan penuh makna dalam berbelanja?
Jarang yang memerhatikannya karena biasanya orang berbelanja tidak dengan ‘’pera-saan’’ dan filosofi. Belanja dianggap sesuatu yang terlalu biasa untuk dirasakan, diresapi dan dipikirkan. Padahal ada hal istimewa ketika melakukan suatu transaksi belanja. Seperti seorang pemburu barang antik yang memenangkan lelang Firaun, misalnya, begitu jugalah seorang shopper (pembelanja) ketika berhasil menemukan belanjaan favoritnya.
Berbelanja hakikatnya me-rupakan suatu tahap pencapaian dalam hidup, memuaskan hasrat, dan mengungkapkan ke-khasan kamu sebagai pribadi. Kendati objek dan subjek belanja bisa berbeda, tetap saja kepuasan dan pencapaiannya akan berbeda pada masing-masing orang. Itu ditandai dengan ungkapan yang berbeda-beda ketika mendapatkan sebuah benda hasil belanjaan.
Buku ini memaparkan kisah-kisah menarik tentang berbelanja, mulai dari sepotong kue, permen, sepatu, baju hingga hal-hal yang besar seperti rumah atau mobil. Yang menarik, setiap kisahnya dipaparkan dengan sesuatu yang menggugah jiwa. Inilah makna chicken soup (sup ayam) for the soul (untuk jiwa) yang bisa didapat dalam kehidupan sehari-hari. Hal-hal yang remeh dan dianggap biasa, ka-dang dapat menjadi luar biasa ketika didalami, diresapi dan direkonstruksi ulang dalam chicken soup for the soul ini.
Yang menarik, dalam tiap tulisan di buku ini dipaparkan beberapa kalimat pendek pembuka, yang menjadi kata mutiara. Misalnya dalam artikel ‘’Sepatu Surga’’, ada ungkapan Luciano De Crescenzo, yang menyebutkan, ‘’setiap orang adalah malaikat bagi dirinya sendiri dengan sebelah sayap saja, dan kita hanya dapat terbang bergandengan dengan orang lain.’’ (halaman 31). Dalam artikel ‘’Mengencani Tuan Pelit’’, terdapat ungkapan Thomas Paine, ‘’apa-apa yang kita dapat dengan harga terlalu murah, tidak akan terlalu kita hargai, hanya kemahalanlah yang memberi nilai kepada segala sesuatu.’’ (halaman 125). Perhatikan juga artikel ‘’Pelajaran dari Beli Barang Loakan’’. Di sana ada ungkapan Oliver Wendell Holmes, ‘’pikiran manusia yang telah meregang ke ide baru tak pernah lagi akan kembali ke dimensinya yang semula.
Banyak sekali kisah seru dan menarik yang dipaparkan. Seperti kisah-kisah dalam Chicken Soup for The Soul lainnya, kisah-kisah ringan dalam buku ini memberikan inspirasi, ide dan gagasan baru yang kadang tak terpikirkan, yang dilewatkan. Buku ini seolah memberikan gambaran penting bahwa aktivitas berbelanja ternyata bukan hal rutin biasa. Ia bisa bermakna sangat khusus, dan melahirkan gagasan-gagasan yang besar tak ternilai.***
Sri Hastuti
Alumnus F Tarbiah UIN Suska Riau














Silakan beri komentarmu