Home » Resensi Buku Terbaru

Betawi versus Modernisasi

14 Juni 2009 828 views No Comment

resensi-buku-kronik-betawiSampai saat tanah moyangku
tersentuh sebuah rencana dari serakahnya kota
terlihat murung wajah pribumi
terdengar langkah hewan bernyanyi

Itulah sebait syair dari lagu “Ujung Aspal Pondok Gede” yang dilantunkan penyanyi kawakan Iwan Fals. Nyanyian itu merupakan satu dari suara kegetiran orang-orang Betawi, penduduk asli Jakarta yang perlahan mulai terpinggirkan oleh modernisasi. Kawasan Pondok Gede sendiri kini sudah menjadi kawasan yang ditumbuhi gedung-gedung, tidak lagi kawasan asli Betawi di zamannya yang nyaman dan asri.

Kisah dalam novel ini bermula dari banjir Jakarta yang entah mengapa menjadi jadwal musiman. Haji Jaelani adalah salah satu warga Betawi yang harus menerima akibat dari perkembangan Jakarta, dan juga menerima konsekuensinya. Salah satunya adalah banjir akibat hilangnya banyak sekali resapan air yang dulu tersedia.

Hampir semua orang betawi memiliki empang. Selain berfungsi untuk memelihara ikan, empang juga sangat penting fungsinya untuk mengantisipasi banjir. Kini, empang-empang itu sudah berganti dengan gedung pencakar langit dan menghilangkan fungsi antisipasi banjirnya.

Haji Jaelani pun harus membuka harinya dengan melawan air. Sofa basah, teve radio dan alat elektronik yang harus diungsikan merupakan langganan pekerjaan ketika banjir mulai melanda. Pengusaha sapi perah ini juga harus pandai-pandai memindahkan sapi-sapinya ke tempat yang aman.

Usai bersih-bersih, rumah Haji Jaelani justru benar-benar ‘’dibersihkan’’. Dengan alasan perkembangan kota, Haji Jaelani mau tak mau harus tergusur dari kampung halamannya sendiri. Tak ada yang dapat diperbuat. Ia hanya pasrah. Sampai ia pun berujar: ‘’Coba dulu babeh gue ngajarin mantra Jiung yang dipake buat nyelametin orang-orang waktu tentara Jepang ngejarah, pasti tanah gue sekarang masih utuh…bisa selamet dari orang-orang yang pada ngegusur!’’

Haji Jaelani tak sendiri. Kronik penderitaan orang-orang Betawi terjadi nyaris di semua lini. Haji Jarkasi, seorang seniman juga mengalami hal yang sama. Kehidupan murid Haji Bokir ini tidak pernah beranjak lebih baik karena seniman Betawi nyaris tak pernah dihargai.

Novel Kronik Betawi ini memang menceritakan latar belakang Betawi dan orang-orangnya yang bersahaja, polos dan apa adanya. Ada harapan, penderitaan, juga kisah cinta yang didedahkan. Dalam Kronik Betawi ini, pengarangnya mencoba seluas mungkin mengeksplorasi budaya Betawi yang perlahan sudah tergerus zaman. Kendati terbilang sangat muda, Ratih Kumala mencoba memaparkan sejarah Betawi dengan upaya maksimal dan detil dengan gaya orang-orang jadul (jaman dulu) yang khas. Di antara yang sering terlupakan, misalnya bahwa Menteng itu merupakan nama buah, Bintaro itu nama pohon dan Kebon Jeruk memang merupakan kawasan perkebunan jeruk.

Orang Jakarta sekarang hanya tahu bahwa kawasan-kawasan itu adalah kawasan gedongan dan elit. Dalam novel ini, Ratih Kumala bercerita tentang perjalanan Betawi dan anak daerahnya menghadapi modernisasi ibu kota. Novel ini memang Betawi asli, dengan bahasa dan sudut pandang penceritaan yang sangat alami dan khas Betawi.***

oleh Muhammad Amin
amin_ripos@yahoo.com


Baca Juga Yang Dibawah ini


  • » Secarik Kain di Kepalaku
  • » Pacaran yang Nggak Dosa, Seperti Apakah?
  • » Sang Raja Mencari Kebijaksanaan
  • » SMS Humor, AntiMolor
  • » Tiga Bebek Kocak, Resensi Trio Bebek Kocak
  • » Menjadi Kaya dengan Menulis
  • » 99%, Buka-bukaan Soal Cinta
  • » Permasalahan Anak dalam Al-Qur'an, Buku Anak Punya Masalah Al-Qur'an Menjawab
  • » Kiat Sukses Jadi Orator (Pembicara)
  • » Inspirasi saat Shopping, Resensi Buku Chicken Soup for the Shopper's Soul
  • » Mencari yang Gratis dari Dunia Maya
  • » Cinta Itu Ada
  • » Di Sarang Preman - Sinopsis Novel Ratu Preman
  • » Buku How to Win... Rahasia Jadi Populer dan PD
  • » Imaji Ijen - Resensi Buku Doa Ibu
  • » Pacaran Sehat Tips dan Trik buat Remaja
  • » Nge-Blog dengan Hati, Belajar Jadi Blogger yang Baik
  • » Meniti Karir Kebidanan
  • » Membangun Tradisi Belajar
  • » Keliling Jakarta Dengan Angkutan Kota
  • Silakan beri komentarmu

    Berikan komentarmu. Bisa juga minta info jika ada komentar baru lewat RSS.

    Curahkan isi hati, tunjukkan Xpresi mu!!! no spam or your IP will be banned

    Kamu juga bisa gunakan tags ini:
    <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>