Home » Puisi Cinta

Membunuh Rembulan

24 Mei 2009 594 views One Comment

ada cinta dalam setiap cahayanya
memberi arti dalam setiap ruang
tak pernah lelah
selalu berputar merotasi seperti bumi
itulah adanya
rembulan yang selalu bercahaya
datang bersama kegelapan
membelah damai memenggal cinta
gerangan ia makluk tak bertuan
merayu-rayu membujuk palsu
perangkap kau pasang di sudut lubang suci
menghujam dalam berkecai harai
dan cahaya rembulan pembawa cinta
kini meredup lalu padam gelap
kau bunuh sudah

Karya: Adi Sutiono BM
Pengelola Tabloid Aklamasi UIR


Baca Juga Yang Dibawah ini


  • » Untukmu Cinta
  • » Mawar di Bulan Februari
  • » Cinta Mati, Mati Kaku
  • » Angin
  • » Halte Cinta
  • » Antara Dua Cinta
  • » Persidangan Cinta
  • » Investasi Cinta
  • » Rasa
  • » Cinta Buta Aksara
  • » Sajak Cinta yang Tak Terlalu Istimewa
  • » Cinta Tak Bermadah
  • » Cinta yang Hilang
  • » Melepasmu
  • » Mawar
  • » Kau
  • » Si Sanjani 18
  • » Malam Tuli di Puncak Menara
  • » Cinta
  • » Itulah Cinta
  • One Comment »

    • agoes said:

      aku tak pernah merasa bosan untuk membaca kembali suratmu karena selalu ada kisah baru hinggap di kepalaku. selalu ada hal baru saat aku kembali membaca lembar demi lembar dari suratmu. dan cintaku semakin tak tahu arah. porak poranda jiwaku karenanya.

      cinta telah menjadi badai
      menghancurkan seluruh kesadaran
      menerbangkan seluruh logika
      cinta berhasil menghantam apa pun dalam diri
      hingga yang terpikir, terasa, tertera dan terpatri
      adalah wajahmu. adalah sosokmu. adalah segala hal
      tentangmu.

      membaca satu-satu huruf dari suratmu, jiwaku hanyut. tenggelam dalam samudera rindu yang dalam.

      tidak. aku tidak menangis.
      hanya sedikit terharu dan merasa sangat rindu
      ada banyak cinta yang tiba-tiba ingin kukirim untukmu
      berjuta-juta cinta. hanya untukmu.

      kekasihku, berapa surat lagi yang akan kau kirim dan aku baca untuk membawa kita pada sebuah masa dimana dunia hanya milik berdua?
      berapa banyak huruf yang harus menetes dari tintamu untuk kau kirimkan padaku hingga kau benar-benar hadir lagi di mataku?

      tidak. aku bukan putus asa, sayang!
      jika memang itu terjadi, aku akan lari meninggalkanmu dan melupakan semua mimpi kita. tapi aku tidak putus asa. yang terjadi adalah sebaliknya. cintaku makin membara padamu.
      kau, menjadi isyarat bahwa hidup harus terus berjalan dan perjuangan baru saja akan dimulai.

      kita memang tidak hidup dalam cerita dongeng anak-anak. dimana sang puteri akan bertemu sang pangeran yang menunggang kuda putih dengan bunga mawar di tangan kanan.

      kita hidup di jaman edan. dimana anak-anak mampu membunuh orang tuanya sendiri. dimana seorang bapak mampu memperkosa puteri kandungnya sendiri. dimana suami tega melenyapkan nyawa istrinya dengan sekali tebasan.

      di masa inilah cinta kita tumbuh
      dan semua harapan seakan-akan berubah menjadi rembulan bagi sang pungguk.

      tapi kekasihku, kita tak harus mengalah pada dunia bukan?
      bumi boleh terbalik, jaman boleh edan, tapi cinta kita harus tetap berjalan.

      aku mencintaimu!

    Silakan beri komentarmu

    Berikan komentarmu. Bisa juga minta info jika ada komentar baru lewat RSS.

    Curahkan isi hati, tunjukkan Xpresi mu!!! no spam or your IP will be banned

    Kamu juga bisa gunakan tags ini:
    <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>