Home » Puisi Alam

Tak Rindukah pada Langit

5 April 2009 725 views No Comment

Sayapnya patah mengibas keangkuhan
Kepakannya kandas di daun-daun hijau
Kicaunya memekak anak semut yang kesiangan
Tuhan…izinkan aku terbang
Rintihnya …

Separuh pagi menjejalkan kekenyangan diperutnya
Dan ia lupa siang membayang dalam terik yang tak sudah
Belum pun petang menjemput
Ia akan mati dalam dahaga musyafir yang ngeri
Tuhan…izinkan aku bertemu malam
Pujuknya…

Kupu-kupu  hinggap dihelaannya
Ia  masih bersiul-siul dalam kebisuan
Hingga sakit mati memutus nadi
Tuhan…izinkan aku menjemput langit
Sesalnya…

Karya: Sugiarti
Mahasiswi kimia/Fakultas MIPA


Baca Juga Yang Dibawah ini


  • » Elegi Rerumputan
  • » Menatap Petang
  • » Kaki Pelangi
  • » Lingkaran Empat Musim
  • » Lautku
  • » Tabir Senja di Dusun Kecil
  • » Gerhana
  • » Andai Ozon Dapat Bicara
  • » Mengikuti Tanda
  • » Setangkai Kata, Sebait Bunga
  • » Puisi Alam : Gunung, Rumah yang Terbakar
  • Silakan beri komentarmu

    Berikan komentarmu. Bisa juga minta info jika ada komentar baru lewat RSS.

    Curahkan isi hati, tunjukkan Xpresi mu!!! no spam or your IP will be banned

    Kamu juga bisa gunakan tags ini:
    <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>