Home »

Ortu Protes ke Sekolah

29 Desember 2009 161 views 3 Comments

SobeX Kebanyakan Takut

ortu-demo-ke-sekolahHAWA panas matahari yang terik, tetesan keringat, riuh rendah suara di keramaian. Ini bukan sebuah konser atau kampanye partai politik, tapi di sana ada pengeras suara, umbul-umbul, selebaran, hingga poster-poster berukuran besar juga dibawa oleh gerombolan orang. Mereka tumpah ruah ke jalan, mereka sedang berdemo, melancarkan protes.

Kebayang nggak sih suasana seperti itu? Jika hal itu terjadi di sekolahmu gimana?. Untuk beberapa sekolah mungkin ada, ya demo yang dilakukan oleh para siswa kepada pihak sekolah, atau demo para guru kepada kepala sekolah dan lainnya.

Namun apabila yang menjadi suporter demo ini justru para orang tua sobat Xpresi (sobeX), wah apa kata dunia? Gini deh, orang tua para sobeX kompak beramai-ramai datang ke sekolah melancarkan protes pada kebijakan sekolahmu. Wedew, pasti seru ya nggak? Biasanya ortu ngantor, narik bajaj atau nyuci baju di rumah sekarang malah teriak-teriak di sekolah kita, hi…

Nah, ceritanya kali ini Xpresi berkutat mencari info-info panas ke tiap-tiap sekolah yang pernah didemo para orang tua sobeX. Ya, spesifiknya tanya-tanya dikitlah ke para sobeX sendiri, apakah orang tua mereka pernah demo ke sekolah.

Faktanya, sedikit sekali bokap and nyokap yang pernah protes ke sekolah (18,9 persen). Ya, hanya segelintir saja dari orang tua yang mau susah-susah tanya-tanya ke sekolah tentang berbagai permasalahan. Para sobeX pun pada bingung kalo ditanya, apakah orang tuanya pernah protes apa tidak. Yang ngejawab tanpa bingung-bingungpun orang tuanya nggak pernah demo. Nih Xpresi coba tanya ke salah satu sobeX, namanya Rio.

‘’Orang tua nggak pernah protes. Paling nanya soal ngapa pulang lambat,” itu kata si Rio, siswa kelas IX.7 SMPN 20 Pekanbaru. Memang itulah jawaban kompak yang keluar dari setiap siswa yang tidak banyak mikir dalam menjawab soal ini.

Biasanya ortu sobeX ini lebih dulu protes kepada anaknya. Seperti, kenapa pulang lambat? Terkadang untuk memastikan kebenarannya mereka rela nanya sana-sini, tapi untunglah tidak langsung mengarah ke pihak sekolah.

Simak saja cerita Rudi, siswa X.5 MAN 2 Model Pekanbaru yang sempat diinterogasi oleh nyokapnya gara-gara sering pulang telat. ‘’Orang tua pernah nanya pas aku pulang lambat, untuk lebih yakin sampai nanya ke saudara yang pernah sekolah disini,” curhat penyuka pelajaran Sejarah ini.  Sama halnya dengan nyokap Rudi, kebanyakan ortu sobeX suka protes sama kebijakan sekolah (42,1 persen) yang kurang berkenan di hati mereka. Lalu ada lagi selain kebijakan sekolah, yang satu ini emang agak sensitif di Indonesia kita ini, ya apalagi kalo bukan biaya pendidikan (28,9 persen) seperti uang SPP, harga buku yang muahal-mahal, uang sumbangan ini-itu dan sebagainya.

Emang jarang sobeX yang luput dari namanya sumbang-menyumbang, terus ditanyain sama ortu yang rada-rada curiga uangnya lari kemana, harap maklum, hari gini emang ortu kita harus cekatan, soalnya lagi krismon. Nah, ini pulalah yang jadi salah satu keluh kesah salah seorang Sobat.

‘’Orang tua pernah nanya, sumbangan hari Jumat itu buat apa. Nanya aja kejelasannya, aku bilang untuk infak sesuai tujuan, orang tua nggak masalah,” cerita Anugrah, siswi VII.3 SMPN 20 Pekanbaru. Maklum, Anugrah emang masih halus banget, he…he…he…

Itu sajakah yang membuat bokap and nyokap berselera datang ke sekolah? Hmm.. masih ada lagi rupanya. Contoh, apabila kamu diperlakukan tidak seharusnya (15,8 persen). Diperlakukan seperti apa? Bisa dalam bentuk apapun yang orang tua tidak suka, hal itu dilakukan oleh pihak sekolah. Tapi heran ya, kenapa bokap and nyokap kurang kritis soal sarana prasana di sekolah (13,2 persen)? Ini,kan penting.(h/uli)


Baca Juga Yang Dibawah ini


  • » Cabut? Nggak Banget Deh!
  • » Apa Aliran Musikmu?
  • » Tangan Sampai Kapalan
  • » Let’ s Reading!
  • » Wow Delicious!
  • » Asal Usul Samurai X
  • » Study Group
  • » Horor kok Vulgar?
  • » I Don’t Care
  • » Simple but Sure Jumpsuit, Adem!
  • » Papaku ”Mandah”
  • » Situs Terlarang di Warnet
  • » Hari Gini, Buat PR di Sekolah?
  • » The Recycled Songs
  • » Say No to MBA!
  • » Ngakak, Refreshing Otak Saat Baca Buku Humor
  • » Suasana Makin Harmonis
  • » Anime Dikenang Sepanjang Masa
  • » Guruku, Teladanku
  • » Bollywood Go International
  • 3 Comments »

    • Annisa Safanta said:

      hmm…
      based on the headline…

      sebenarnya ada benarnya juga orang tua protes ke sekolah. Tapi harus ada klasifikasinya. Karena sekolah kan pada umumnya sekolah umum, jadi susah untuk mengabulkan protes orang tua dari kurang lebih 800 siswa. Jadi, yang harus dibenahinya adalah, siswa itu sendiri. Siswa harus dapat mengontrol keinginannya. Jangan apa-apa ngadu ke orang tua. Kalau gitu kapan dewasanya. Ya, kalau orang tua tau informasi yang tidak benar, memang perlu diprotes, tapi harus bisa mengorganisir juga ke wali murid yang lain. Gak mau kan orang tua kita dipermalukan?
      Ini di Indonesia, semuanya harus melalui mufakat dan musyawarah toh?

    • harist said:

      widih keren.hahaha
      tapi ada ga ya ortu yang dtg kesekola karena anaknya kelaparan di sekola??wkwkw

    • Annisa Safanta said:

      haha @^
      itu kan self development, salah sendiri ga bisa berkembang…

    Silakan beri komentarmu

    Berikan komentarmu. Bisa juga minta info jika ada komentar baru lewat RSS.

    Curahkan isi hati, tunjukkan Xpresi mu!!! no spam or your IP will be banned

    Kamu juga bisa gunakan tags ini:
    <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>