Jajan Berlimpah, Meski Jarang di Rumah
Anak merupakan anugerah yang istimewa bagi setiap orang tua (ortu). Demi kesenangan sang buah hati, mereka rela mengorbankan apa saja yang dimilikinya selagi mereka mampu.
Dan, demi memenuhi kebutuhan anaknya, kadang mereka rela kerja keras membanting tulang. Nggak heran kalau ternyata ada beberapa orang tua teman kita bahkan mungkin kita sendiri yang memiliki dua pekerjaan atau lebih.
Termasuk 36,7 persen ortu dari sobat Xpresi (sobeX).
Nah, dari sobeX yang memiliki ortu yang punya banyak pekerjaan alias multi job, 72,7 persennya mengaku kalo mereka senang-senang aja. Mereka senang dan nggak masalah dengan keadaan seperti ini. Alasannya pun simpel. Dengan memiliki ortu yang multijob, tentu penghasilan mereka juga dobel dong. Otomatis jatah uang saku jadi ikutan berlipat juga. Begitu pengakuan 47,6 persen sobeX.
Seperti Annisa Wanza, dari SMPIT Al-Ittihad ini. Ia mengaku senang-senang aja memiliki ortu yang memiliki perkerjaan lebih dari satu. ”Kalau ditanyai ya suka-suka aja, karena dengan begitu otomatis aku dapat jajan lebih dari mereka. Tapi jangan sampai terlalu sibuk dengan pekerjaan, sampai keluarga terlupakan. Kan intinya bekerja itu untuk membiayai keluarga. Makanya meski papaku kerjaannya nggak satu, tapi kita masih sering ketemu kok,” ceritanya
Singgih Prana Putra juga setuju dengan Nisa. Menurut cowok yang bersekolah di SMAN 1 Pekanbaru ini, punya ortu yang multi job enak banget, karena duit jajan jadi multi juga. Tapi pasti ada konsekuensinya, yaitu kurangnya waktu bertemu.
”Sebagai anak, aku ya seneng-seneng aja papa punya penghasilan tambahan dari kebun milik pribadi yang dikelolanya, selain dari pekerjaan utamanya. Kalo untuk urusan jajan cing cay lah, tinggal minta pasti dikasih.
Tapi karena kebetulan aku deket sama papa, kadang jadi suka sepi aja karena papa jarang di rumah. Jarang kumpul sama mama, dan kakak juga. Tapi untungnya, kalo kebetulan lagi pada ngumpul semua, kita suka pergi jalan-jalan bareng,” cerita cowok berkacamata ini lagi.
Berbeda dengan yang lain, Rizki Murni yang akrab disapa Kiki ini bilang, meski ortunya punya pekerjaan lebih dari satu, tapi ia merasa biasa-biasa aja. ”Meski ortu aku memiliki pekerjaan lebih dari satu, tapi tetap fokus dengan pekerjaan utamanya. Sedangkan pekerjaan yang lain, dijadikan sebagai tambahan saja,” ujarnya pelajar SMK Kansai ini.
Ia juga mengakui konsekuensi ortu yang pekerjaannya lebih dari satu bakal berdampak dengan anaknya yang kurang perhatian, namun positive thinking adalah jalan keluarnya.
”Be positive, jangan mikir yang macem-macem dulu, walau kadang aku ngerasain jadi jarang ngobrol sama papa. Tapi setiap ada kesempatan buat ngobrol, pasti aku manfaatin sebaiknya meski nggak lama,” katanya.(g/d)













Silakan beri komentarmu