Sedia Payung Sebelum UJIAN Menghadapi SNMPTN 2009
Selama 12 tahun pakai seragam sekolah, dari putih merah, putih biru sampe putih abu-abu, sekarang sudah saatnya kita akan menghadapi SNMPTN alias Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri. Ujian ini, yang cuma beberapa hari saja, tapi sangat menentukan nasib dan masa depan kita nanti. Karena itu, siap-siaplah dari sekarang kalo nggak mau ketinggalan kereta.
Retno sering dijuluki the rising star oleh temen-temennya. Maklum, di sekolahnya, doski langganan juara, dari juara kelas sampe juara satu sekolah. Nilai rapornya nggak jauh-jauh dari angka 8 dan 9, yang 7-nya dikit banget.
Penampilannya pun klop banget kayak anak pintar. Kacamatanya minus 2, dan doski juga bisa dibilang nenek moyangnya kutu buku. Daripada jalan-jalan ke mal atau nongkrong di kafe kayak temen-temennya, doski lebih suka ngendon di toko buku. Atau, mejeng di depan komputer di kamar tidurnya yang bernuansa pink.
Karena itulah, semua kaget saat Retno ternyata nggak lulus SNMPTN tahun lalu. Padahal, doski udah yakin banget bakal lolos masuk Fakultas Kedokteran Universitas Riau, fakultas incarannya.
“Aku kecewa banget. Sebenernya, satu minggu sebelum SNMPTN itu, aku sakit. Jadi saat ikut tes, kondisinya masih pusing-pusing dan belum fit,” kata cewek yang sekarang kuliah di sebuah universitas swasta ternama di Pekanbaru.
Ikut Program Intensif
Yup. Lulus SNMPTN perlu persiapan yang matang. Nggak cuma penguasaan materi, tapi juga kesehatan dan persiapan mental. Meskipun kita merasa pinter, jagoan dalam pelajaran, tapi kalo kondisi nggak sehat seperti Retno tadi, belum tentu bisa melenggang masuk fakultas idaman.
Satu hal yang sering dilakukan para pelajar menjelang SNMPTN yakni belajar habis-habisan. Malah ada yang melahap puluhan buku hanya dalam beberapa hari saja. Akibatnya, pas ujian berlangsung, kondisi tubuh drop…bahkan tak jarang ujung-ujungnya sakit.
“Aku sudah membuat jadwal belajar untuk menghadapi SNMPTN nanti. Jadi satu hari, aku Cuma belajar dua pelajaran,” ujar Ira, siswa SMAN 1 Pekanbaru yang mengaku, jadwal belajar itu diketiknya dengan rapi lalu ditempelkannya di atas tempat tidurnya.
“Jadi aku akan melihat jadwal itu setiap bangun tidur,” katanya sambil tersenyum. Ira bercerita, doski belajar hal itu dari kakak kelasnya.
Lain lagi dengan Choirul Bariah Marta, siswi kelas XII SMAN 4 Pekanbaru. “SNMPTN itu banyak saingannya, jadi persiapannya harus matang. Aku lebih suka ikut program intensif di bimbingan belajar (bimbel, red),” ujarnya.
Doski yakin dengan ikut program intensif di salah satu bimbel terkenal di kota ini, akan sangat membantunya untuk lolos SNMPTN. Masalahnya, kata cewek kelahiran 26 Oktober 1991 ini, di bimbel para siswa bukan cuma diajak mempelajari materi pelajaran secara lebih mendalam, tapi juga latihan soal.
“Aku juga dapat tips mudah belajar terutama mata pelajaran sulit,” katanya.
Tidak berbeda jauh dengan Raisyah Ayu Lestari, siswa SMAN 1 Pekanbaru. Doski juga mengungkapkan bahwa ikut intensif merupakan cara jitu dalam persiapan mengikuti ujian SNMPTN. Karena menurut cewek penggemar cappucino ini, dengan mengikuti intensif doski mendapatkan banyak bimbingan dan informasi mengenai jurusan dan universitas yang diinginkannya. Selain itu dengan ikut program intensif, doski merasa terpacu untuk terus belajar dan rajin membahas soal-soal dalam ujian SNMPTN.
“Karena para tentor selalu memacu semangat kita dalam berusaha dan belajar. Makanya saya sangat senang ikut intensif,” cerita cewek yang ingin melanjutkan sekolahnya ke Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang ini.
Lain lubuk lain ikannya. Lain Raisyah lain pula Vitra, resposdEt dari SMA Al-huda Pekanbaru. Doski mengaku malas ikut program intensif di bimbel. Doski lebih suka belajar sendiri di rumah.
“Kalo dipersiapkan jauh-jauh hari, aku yakin bisa kok lolos SNMPTN. Kalo mau latihan soal, beli aja buku kumpulan soal yang banyak dijual di toko buku,” kata cowok yang bercita-cita jadi musisi ini.
Dengan belajar sendiri, lanjut doski, kita malah bisa lebih santai dan enjoy, nggak terlalu capek karena harus mondar-mandir ke bimbel.
“Kalo aku sih yang penting usaha dan doa. Aku yakin bisa lulus SNMPTN,” kata cowok dengan postur tubuh 172 Cm ini.
Jalur PBUD
Asal tahu aja, untuk melenggang ke universitas impian, jalannya bukan cuma via SNMPTN lho. Ada lagi jalan lain, yakni lewat program Penelusuran Bibit Unggul Daerah alias PBUD.
Cara inilah yang diincar Sari Sami Novita. Cewek penyuka warna biru ini mengungkapkan, doski telah mempersiapkan diri dalam memilih universitas yang diinginkannya.
“Aku memilih jalur PBUD. Dan saat ini aku sedang menunggu hasilnya,” katanya.
Jadi, Sari cerita kalo doski emang nggak ikut program intensif di bimbel. Karena doski udah mempersiapkan diri jauh-jauh hari untuk ikut PBUD.
“Dari kelas satu aku menjaga nilai raporku. Aku bersyukur sekali bisa ikut PBUD, meski aku belum tahu hasilnya. Jadi sekarang, kalo mau ikut program intensif jadi nggak ada gunanya kan,” katanya saat diwawancarai Xpresi.(Enda-CCMD)
Sedia Payung Sebelum UJIAN hadapi SNMPTN 2009, kiat sukses dan tips agar lulus di universitas favorite.













Silakan beri komentarmu