Jadi Pengusaha Sejak Muda
Berbisnis di zaman sekarang sudah menjamur di semua kalangan. Nggak orang tua aja, remaja sekarang pun doyan berbisnis. Uang berlimpah, hidup pun jadi lebih menyenangkan!
Jam masih menunjukkan pukul 02.00 dini hari. Tapi Zulkifli, mahasiswa semester 3 Fakultas Psikologi UIN telah membuka matanya untuk mempersiapkan perlengkapan masak kue-kue yang akan diantarkannya ke warung-warung setiap paginya.
Tidak hanya dia, masih ada tiga orang teman lainnya yang siap membantunya untuk menyelesaikan pekerjaan itu.
Yup, itulah yang dilakukan Zulkifli setiap paginya. ”Dan memang dengan bisnis inilah aku mampu membiayai kuliah bahkan menggaji tiga teman yang membantu aku,” katanya.
Bisnis itu diawalinya saat doski duduk di awal semester 2. Cowok kelahiran Tanjung Balai, Karimun ini mengetahui kondisi ekonomi orang tuanga sedang terpuruk. Tak ingin hanya berdiam diri, doski lalu berinisiatif untuk menggunakan keahliannya memasak kue untuk membantu orang tuanya.
“Dengan bisnis ini aku bisa mandiri, nggak lagi jadi beban orang tuaku. Dan aku juga mendapat support dari orang tuaku, harapannya sih aku bisa mengembangkan usaha ini lebih besar lagi,” ujarnya.
Jadi Investor
Menjalani bisnis juga dilakukan Fandi Rahman, mahasiswa Fakultas Komunikasi Unri angkatan 2007. “Aku mulai berbisnis ketika selesai SMA menjelang kuliah,” ucap Fandi.
Cowok berambut ikal ini bilang, berbisnis itu asyik. Kita jadi punya kesibukan yang menghasilkan uang. Meskipun untuk berbisnis, kita emang kudu punya mental yang super kuat.
Misalnya aja, nggak mudah putus asa karena menderita rugi. Doski sendiri bercerita, ketika doski mulai terjun berbisnis, langsung merasakan yang namanya rugi.
“Aku dipercaya papa mengelola rental play station. Ketika baru-baru buka, ada aja yang hilang, nggak mouse lah, yang ini lah, yang itulah,” kenang Fandi.
Tapi doski bilang itu hal wajar, karena saat itu, doski belum mengenal watak para konsumen. Tapi sekarang, katanya, bisnisnya udah nggak rugi lagi. “Kita udah pada tahu watak-watak konsumen, apa lagi yang udah jadi pelanggan kita,” jelasnya.
Hasil bisnisnya mau dikemanakan tuh? Ditanya seperti itu Fandi langsung nyengir. “Ya untuk tambah-tambah uang saku,” ucapnya singkat.
Hal senada juga diakui oleh Erwin Gultom. Cowok yang hobi fotografi ini bilang, hasil bisnis memang untuk nambah-nambah uang saku. “Kita kan bisnisnya baru kecil-kecilan, jadi untungnya ya buat happy-happy,” katanya.
Berbeda dengan Fandi, Erwin bilang dia lebih doyan menanamkan uang untuk bisnis kecil-kecilan. “Aku tuh lebih suka menjadi investor, aku yang kasih modal orang yang jalankan. Untungnya ya di bagi dua. Aku 20 persen karena aku nggak bekerja dan orang yang bekerja aku kasih 80 persen,” ucapnya.
Dia mencontohkan bisnis bunga ucapan saat acara wisuda. Doski bilang saat acara wisuda itu kesempatan bagus untuk berbisnis. Dengan modal uang saku sendiri, doski mengajak orang-orang yang bisa bekerja sama dalam menyukseskan bisnis itu.
“Aku ajak orang-orang yang punya talenta menjual, tapi sebelumnya aku memang bertanya-tanya seputar modal bisnis bunga ucapan itu dan harga jualnya berapa, setelah itu aku kasih modal, dan modal pun dapat kembali utuh plus dengan untung yang di luar perkiraan,” ungkapnya.
Sekarang Erwin sedang merintis bisnis stiker timbul. Dengan bekal keahlian desain grafis, ia membuat desain sendiri. Tapi untuk kali ini dia mencari para investor. Bukan dia langsung yang akan jadi investor. “Untuk bisnis yang sedang direncanakan ini aku butuh investasi dari orang karena modalnya nggak sedikit,” katanya.
Berbisnis memang mencari-cari pengalaman. Namun di samping itu, Fandi dan Erwin kompak bilang kalau bisnis itu investasi buat kita di masa depan.
“Sekarang ini kita kan baru mulai bisnis kecil-kecilan, tapi dari sini kita belajar. Sekarang belajar bisnis, kalau udah kerja nanti selain punya pekerjan tetap tapi tetap mengembangkan bisnis dan di hari tua tinggal memetik hasilnya,” ujar Fandi.
Nambah Uang SPP
Tadi kita udah mendengar pendapat dari dua cowok yang mulai mencicipi bisnis. Ternyata nggak cowok aja, cewek pun tak mau kalah membuat investasi di masa depan. Panggil saja Suzana, gadis yang selalu diminta oleh teman-temannya untuk transfer pulsa elektrik di kelasnya.
Suzana yang punya bisnis personal di bidang jual pulsa elektrik ini mengaku bahwa dia menekuni bisnis tersebut baru beberapa bulan yang lalu. “Jual pulsa elektrik itu merupakan bisnis yang simpel, selain tidak mengganggu jadwal kuliah, uang masuk pun ada,” paparnya.
Gadis yang bercita-cita jadi seorang wartawan ini juga punya pendapat lebih ekstrim. Menurutnya bisnis itu kejam. “Karena aku bisnis pulsa elektrik, ya tahu sendirilah penyakitnya, banyak yang ngutang, bayarnya lama banget, jadi susah untuk ngisi saldo. Aku jadi seperti penagih utang deh di kelas. Tapi jual pulsa emang mesti sabar,” ceritanya sambil nyengir.
Tapi doski bilang kalau dia punya modal, dia tetap mau mengembangkan bisnis pulsa elektrik itu. Karena bagi doski, selain nambah uang saku bisa untuk bayar uang SPP kuliah. “Nambah-nambah uang SPP lah,” katanya. (Wido&Endah-CCMD)









вы шутите…21 век на дворе, неужели нет ничего достойного внимания, как энциклопедия.Милые мои, вот нет снега в
гордах, это тоже тема и история, пересмотрите темы.Я почту просматриваю, мне шлют не пойми что, не знаю кто, столько мусора, может оно и нужно, но не в дневнике.Я так понимаю, дневник это часть твоей души.Нам дается право выбирать - пользуйтесь. А информация бесполезной не бывает
Очень интересно!!! Только не очень могу понять как часто обновляется ваш блог?
Вот решил вам немного помочь и послал этот пост в социальные закладки. Очень надеюсь ваш рейтинг возрастет.
Спасибо. Просто спасибо, за красивые мысли вслух. В цитатник.
Говорите по существу
Silakan beri komentarmu
Interaktif Xpresi Riau Pos
KIRIMKAN KOMENTAR KAMU. Lihat TEMA hari ini
Indeks Halaman
Cari Info Apa?
Artikel Pendidikan oleh Drs H Isjoni MSi, Pakar Pendidikan Astrologi Berita Kampus Berita Sekolah Bla Bla Bla Cartoon Corner Curhat Remaja Fashion Trendsetter Film Gaya Horoskop Info Info Anak Muda Info Musik Terbaru Info Teknologi Terkini Kumpulan Cerpen Kumpulan Puisi Lirik Lagu Mail MAN 2 Model Pekanbaru Model Musik Pakar Pendidikan Penting Banget Prestasi Puisi Cinta Ramalan Bintang Resensi Buku Terbaru Resensi Novel Resensi Novel Terbaru Sinopsis Film SMAN 4 Pekanbaru SMAN Plus Riau SMS Gaul, Kenalan Style Tempat Belajar Sastra Tempat Kenalan Tips Remaja UIN Suska Universitas Riau Unri Utama X-Share Xpresi Harian ZodiakArsip Xpresi
Most Commented
Most Viewed
- Blogger Indonesia, Fatih Syuhud, Student Magazine
- NegeriAds.com solusi berpromosi
Xpresi Riau Pos | Media online anak muda Riau Copyrigth© 2009 Riau Pos | Dilarang mengambil seluruh atau sebagian isi situs ini tampa menyebutkan sumber asli | RSS Feed
Jln HR Subrantas KM 10,5 Pekanbaru | Email: info_xpresi@yahoo.com silakan kirim karya kamu dalam bentuk puisi, cerpen dan berita | Theme by Michael Hutagalung