Banyak Remaja Ogah Pake Helm: ”Bikin Kepalaku Jadi Pegel-pegel”
Mau tahu pembunuh nomor satu di dunia? Jawabannya: bukan penyakit jantung, atau HIV/AIDS yang belum ada obat atau vaksin penawarnya. Bukan pula gempa bumi atau tsunami. Melainkan: jalan raya!
Karena, yang namanya kecelakaan lalu lintas tuh banyak terjadi di daerah kita. Hampir setiap hari, kita bisa baca berita kecelakaan di media atau televisi, bahkan yang kemudian menimbulkan korban jiwa pun sering terjadi.
Itulah mengapa, pemerintah lalu membuat berbagai aturan berlalu lintas. Dari kecepatan maksimum di jalan raya, tanda rambu lalu lintas, sampai kewajiban mengenakan helm. Nah, untuk yang terakhir ini yang sering jadi masalah. Soalnya, meski udah sangat jelas helm tuh wajib dipake demi menyelamatkan nyawa kita-kita, yang ogah mengenakannya pun masih banyak banget.
Bagaimana dengan para responden detEksi yang notabene adalah para biruers dan abu-abuers seantero Pekanbaru? Ternyata jawabannya beda-beda. Rendra, mahasiswa semester 2 Fakultas Teknik Sipil Universitas Islam Riau ini misalnya, mengaku enggan pake helm karena bikin doski nggak nyaman. Lho kok bisa?
”Kepala jadi berat, pemandangan di depan jadi terganggu,” katanya.
Sejalan dengan pendapat Rendra, siswi kelas XI IPS SMAN 4 Pekanbaru yang berama Dini Yuriza Gustina juga menyatakan ketidaknyamanannya dalam menggunakan helm. Menurut gadis bertubuh mungil ini helm sangat mengganggu konsentrasinya saat berkendara ”Helm itu berat, kepala aku jadi pegel-pegel,” tuturnya malu.
Meski sebagian responden DetEksi (responDet) mengaku tidak menyukai penggunaan helm, namun sebagian responDet lainnya mengakui menggunakan helm merupakan hal penting dalam berkendara. Hingga mereka ogah berkendara tanpa helm.
“Helm itu penting karena kalau tidak pakai helm wajahku bisa jerawatan, selain itu rambut aku bisa rusak dong,” ujar Muhammad Khadafi, siswa yang sangat menggilai dunia modeling ini.
Senada dengan Khadafi, Taufik siswa kelas XI SMA 2 Pekanbaru juga mengungkapkan kegemarannya menggunakan helm. “Sebagai siswa yang terpelajar kita mesti safety dong dalam berkendara. Dan salah satu bagian dari safety itu menggunakan helm,” cerita cowok hitam manis penggila basket ini.
Banyak hal yang menjadi alasan responDet dalam menggunakan helm. Selain karena patuh terhadap peraturan dan takut merusak kulit wajah, ada juga responDet yang mengaku kapok karena memiliki pengalaman nggak enak saat tidak menggunakan helm.
Contohnya saja pengalaman Jefri, cowok kelahiran 26 Januari 1990 ini mengaku kapok tidak menggunakan helm. “Aku nggak mau lagi kemana-mana nggak pakai helm, ntar wajahku yang cakep ini jerawatan dan menghitam,”cerita siswa SMK Hasanah Pekanbaru ini sembari mengenang ketika wajahnya jerawatan saat tidak menggunakan helm.
Helm Sang Penyelamat
Selain takut kulit wajahnya rusak, ada responDet yang mengaku kapok tidak menggunakan helm karena males kucing-kucingan dengan polisi lalu lintas.
“Aku pernah nggak jadi ke sekolah karena waktu mau di jalan mau ke sekolah ternyata pak polisi sedang menggelar razia. Nyesel banget nggak pake helm,” cerita Silvi Gustiani, siswi SMAN 2 Duri.
Tidak hanya kapok, responDet lainnya mengaku senang menggunakan helm karena pernah terselamatkan oleh helm saat tabrakan dalam berkendaraan. Hal itulah yang dirasakan Fachmi, mahasiswa Jurusan Elektro Telkom Politeknik Caltex Riau.
“Wah helm tuh yang nyelamatin wajahku saat tabrakan beberapa waktu yang lalu. Kalo saat itu ngga pake helm, mungkin wajahku hancur-hancuran,” ujar cowok kelahiran 26 September 1990 ini menggebu.
Masih dengan cerita Fachmi, doski juga mengaku juga pernah dikejar polisi karena tidak menggunakan helm saat mengendarai sepatu motor. “Untungnya sih saat itu aku masih bisa menyelamatkan diri,” lanjut cowok yang hobi main bola ini.
Silvi Gustina juga mengaku pernah dimarahi orang tuanya karena tidak menggunakan helm. Menurut doski, saat itu doski tidak mau menggunakan helm karena telah malam, namun kata-kata ayahnya mampu menyadarkannya. “Meskipun malam hari, aspal di jalan raya itu tidak melembut, jadi wajah kamu tetap akan rusak jika jatuh,” cerita gadis berjilbab itu megenang nasehat ayahnya.
Nah gimana dengan kamu? (Enda & Wido-CCMD)










helm memang mengganggu kenyamanan, tapi lebih banyak menyelamatkan pengendara, jangan sampai kesadaran ini terlambat
Hendaknya disetiap Sekolahan, mempunyai tim yang dipercayakan kepada Siswa sendiri untuk patroli Helm. Bagi yang tidak emakai Helm diberi bimbingan , mulai dari arti bersyukur kepada Allah SWT , karena kalau Kepala pemberian dari Allah SWT tidak dilindungi, berarti kita tidak bersyukur kepada Allah, Otak sebagai saraf central berpikir dibiarkan tanpa pelindung, artinya tidak berterima kasih kepada Allah SWT. Nah kalaw gak au juga, panggil ORTU nya , dan jangan lupa memakai HELM menjadi salah satu poin untuk disiplin sekolah. semoga remaja Indonesia yang katanya sangat Religius kok pakai Helm saja malas. Dinegara non muslim kok remajanya disiplinnya tinggi….dimana salahnya ?????. gak usah salah menyalahkan…. disiplin harus tertib dilakukan, berikan sangsi bagi yang tidak patuh. Contoh siswa SMU 8 PKU , tertib pakai Helm,
Silakan beri komentarmu
Interaktif Xpresi Riau Pos
KIRIMKAN KOMENTAR KAMU. Lihat TEMA hari ini
Indeks Halaman
Cari Info Apa?
Artikel Pendidikan oleh Drs H Isjoni MSi, Pakar Pendidikan Astrologi Berita Kampus Berita Sekolah Bla Bla Bla Cartoon Corner Curhat Remaja Fashion Trendsetter Film Gaya Horoskop Info Info Anak Muda Info Musik Terbaru Info Teknologi Terkini Kumpulan Cerpen Kumpulan Puisi Lirik Lagu Mail MAN 2 Model Pekanbaru Model Musik Pakar Pendidikan Penting Banget Prestasi Puisi Cinta Ramalan Bintang Resensi Buku Terbaru Resensi Novel Resensi Novel Terbaru Sinopsis Film SMAN 4 Pekanbaru SMAN Plus Riau SMS Gaul, Kenalan Style Tempat Belajar Sastra Tempat Kenalan Tips Remaja UIN Suska Universitas Riau Unri Utama X-Share Xpresi Harian ZodiakArsip Xpresi