CERITA DUA BINTANG (Soal Ujian Nasional)
Menjadi bintang di sekolah memang impian setiap siswa. Namun, jalan menuju bintang itu tidak terjadi secara instan. Banyak tahap yang dilalui sehingga sebutan bintang pun berada di genggaman.
Lulus Ujian Akhir Nasional (UAN) adalah suatu keberhasilan yang harus kita syukuri dan sambut seheboh-hebognya. Tapi, kalo bisa lulus UAN dengan nilai yahud, tentu itu akan lebih bagus lagi kan.
Nah, kali ini ada dua siswa yang masing-masing memegang juara umum di sekolahnya, berbagi cerita tentang persiapan menjelang UAN. Mau tahu kan?
Simak penuturan dari Atika Ulfa Novriani. Siswa SMAN 4 Pekanbaru yang sukses menggenggam juara umum saat duduk di bangku SMA. Meski tak asing baginya untuk meraih peringkat pertama dalam belajar, namun doski juga mempersiapan diri dalam menghadapi ujian nasional beberapa waktu lalu.
Bak pepatah, sebelum berperang harus membawa senjata, doski yang akrab dipanggil Atika ini juga melakukan hal yang sama. Tapi doski bukan membawa senjata tajam untuk menghadapi ujian nasional, melainkan membawa senjata ilmu.
“Persiapan untuk ujian kemarin sih banyak, apa lagi setelah tahu standar kelulusan yang tiap tahunnya semakin naik,” ucap Atika mengawali ceritanya.
Mengetahui adanya peningkatan standar kelulusan setiap tahunnya, doski udah memasang strategi dalam belajar. Eps! Strategi ini bukan menjelang UN aja, tapi semenjak doski masuk SMA. Jadi tidak heran kalau doski bisa menjadi orang nomor satu setiap tahun di kelasnya dan meraih gelar juara umum saat duduk di bangku kelas XII. Kira-kira strategi apa ya?
“Aku dari kelas satu udah les privat, tapi khusus untuk pelajaran eksak. Kalau pelajaran yang hapalan itu cuma baca-baca sendiri. Dan ketika naik ke kelas XI alhamdulillah aku bisa masuk ke jurusan IPA,” kata cewek kelahiran Pekanbaru,13 November 1991 ini.
Jangan kira sampai di situ aja persiapan doski. Selain itu, doski juga menghabiskan waktu belajarnya dengan teman-teman kelompoknya. “Selain belajar sendiri, kadang juga belajar bareng teman-teman tapi tahu sendirilah kalau belajar bareng teman itu gimana. Banyak ngobrol dibandingkan belajarnya,” tuturnya sambil nyengir.
Persiapan yang dari awal yang telah ia lakukan memudahkannya untuk lebih mantap dalam menjalani ujian nasional. Persiapan dari diri sendiri dan pihak sekolah sangat membantunya untuk bisa menjawab soal-soal ujian. “Sekolah membantu kita dalam memberikan try out untuk mengetahui sejauh mana kemampuan kita dalam belajar,” terang cewek yang hobi membaca ini.
Menjelang ujian nasional, jauh-jauh hari doski lebih gencar untuk meluangkan waktunya dalam belajar. Semua kegiatan yang di luar jalur menghadapi UN dihentikannya. “Sebulan menjelang UN aku udah stop yang namanya nonton TV, dengerin MP3 juga dikurangi, dan baca novel. Semua yang bersifat hiburan aku tinggalkan demi fokus menghadapi UN.”ucapnya lagi.
Nggak itu aja, doski juga bilang banyak godaan yang datang saat dia ingin fokus menghadapi ujian nasional. “Terkadang jenuh juga dengan semuanya, tapi demi UN aku harus tetap bisa mengontrol diri. Kan demi masa depan aku juga,“ tutur cewek yang telah diterima sebagai mahasiswa PBUD FKIP Kimia di Universitas Riau ini.
Saat ujian nasional sedang berlangsung, doski bukannya lebih rileks tapi justru memforsir waktu untuk belajar lebih giat. “Waktu UN berlangsung, waktu belajar aku forsir habis-habisan. Untuk pelajaran eksak aku giat lagi dalam mengerjakan soal dan untuk pelajaran hapalan seperti Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris aku membaca ulang,” cerita cewek penggemar bihun ini.
Ikut Les Privat
Nah, nggak Atika aja yang ingin berbagi pengalaman, Hendra Perkasa siswa SMAN 2 Pekanbaru juga turut berbagi cerita. Nggak jauh berbeda dengan Atika, Hendra yang menjadi bintang sekolah karena mampu meraih peringkat juara umum berturut-turut selama duduk di bangku SMA juga memiliki persiapan menghadapi ujian nasional.
Doski bilang persiapan belajar dilakukan tiga bulan menjelang UN. “Aku ikut privat, kemudian memperdalam materi yang di berikan di sekolah,” tutur cowok yang akrab di panggil Hendra ini.
Namun doski punya cara tersendiri dalam mengadapi ujian nasional. Tiga bulan menjelang ujian nasional doski sangat fokus belajar tapi seminggu menjelang ujian nasional doski tidak memforsir waktunya untuk belajar. “Seminggu jelang UN aku malah mengistirahatkan otak, menjaga kesehatan. Jangan sampai ketika UN aku malah sakit. Tapi, tetap aja aku bolak-balik buku sedikit,” ucap cowok yang menjadi mahasiswa undangan di Fakultas Ilmu Kedokteran Universitas Riau ini.
Nggak Atika aja yang berkorban demi UN. Hendra juga rela meninggalkan hobinya demi UN. “Berkorban sedikit boleh lah, semua hobi dan kegiatan aku stop dulu,” katanya lagi.
Kunci-kunci Palsu Beredar
Sudah menjadi fenomena saat ini dengan adanya kunci-kunci jawaban yang beredar menjelang ujian nasional berlangsung. Nah, apa sih tanggapan dua teman kita ini tentang hal itu?
“Aku juga heran ya, besok mau ujian tapi malamnya kunci jawaban untuk soal besok udah ada dan terkirim lewat SMS. Padahal soal-soal untuk ujian disegel. Melihat itu aku tentunya lebih percaya dengan kemampuan aku. Apalagi aku udah mempersiapkannya jauh-jauh hari,” jelas Atika
Hal senada juga terlontar dari mulut Hendra. Doski bilang ia lebih memaksimalkan kemampuannya dalam menjawab soal ujian. “Kalau aku percaya dengan kunci, berarti aku rugi dong. Aku udah mempersiapkan diri dari beberapa bulan yang lalu, tentunya kemampuan aku lebih terpercaya dari pada kunci yang nggak jelas itu,“ ucap Hendra. (Wido&Endah-CCMD)











Silakan beri komentarmu