Oh Suburnya Tubuhku - Obesitas, Kelebihan Berat Badan
Tubuh adalah aset utama manusia. Apalagi buat makhluk yang dinamakan cewek. Ya iyalah…cewek mana yang nggak pengen punya tubuh bak gitar spanyol ala Christina Aguilera? Tapi, bagi yang terlahir dengan takdir bertubuh subur, jangan down dulu. Dunia belum kiamat lho!
Nila duduk termenung di depan cermin kamarnya. Wajahnya muram. Dipandanginya tubuh bongsornya dio cermin. Tubuh itulah yang membuat dia malu bukan kepalang saat diledek temen-temennya di sekolah tadi pagi.
”Teman-teman suka memberiku julukan yang aneh-aneh. Di depan mereka, aku sih emang tertawa. Tapi sebenernya, aku malu dan sedih banget,” ujar gadis berambut panjang ini saat curhat kepada Xpresi.
Yup. Dengan tinggi badan 160 cm dan berat badan 175 kg, Nila emang terlihat subur (baca: gemuk). Pipinya chubby. Lehernya berlipat dua. Kalo pake jins, pinggangnya pun berlipat-lipat.
”Susah sekali kalo milih pakaian di mal. Harus pake yang ukuran XXL,” keluhnya murung.
Jangan dikira Nila nggak pengen atau nggak ada usaha untuk punya tubuh ramping bak model. Gadis manis berusia 17 tahun itu udah mencari informasi ke sana kemari program diet yang bisa membuatnya lebih kurusan. Berbagai macam cara ditempuhnya, mulai dari mencari artikel di koran dan majalah bahkan sampai browsing di internet.
Awalnya, dia memang optimis bisa menurunkan berat badannya yang tambun itu. Namun, alih-alih kurus, Nila malah jatuh sakit hingga beberapa hari gara-gara diet ketat.
”Waktu itu aku nggak makan nasi sebulan lamanya. Yang aku makan hanya lauk pauk dan sayur saja. Akibatnya, pulang sekolah aku hampir pingsan,” ceritanya. Duh, sedihnya!
Gara-gara Suplemen
Lain lagi dengan cerita Maya, mahasiswi semester 1 Fakultas Psikologi UIN Suska Riau. Maya mengaku tubuhnya gemuk sejak SMP. Sebelumnya, doski malah sangat kurus sehingga orang tuanya memberikan berbagai macam suplemen dan vitamin penambah nafsu makan. Awalnya, vitamin dan suplemen itu tidak terlalu berpengaruh pada tubuhnya. Namun seiring dengan berjalannya waktu, cewek berkacamata minus ini mulai merasa tubuhnya berangsur-angsur mulai gemuk hingga akhirnya dia merasa sangat gemuk.
”Aku nggak nyaman menjadi gemuk. Suka diledek sama teman-teman. Tapi lama-lama, aku cuekin aja diledek. Selama aku sehat dan bisa menikmati hidup, ngapain takut diledekin hanya gara-gara gemuk?” tukasnya cuek.
Namun lain Maya lain pula Hafizah. Cewek satu ini mengaku udah gemuk sejak lahir. Jadi, yang namanya diledek gara-gara bertubuh subur, doski udah biasa.
”Dari SD sampe SMP, aku sering diejek teman-teman. Mulanya sempat uring-uringan sih, tapi lama-lama aku anggap becanda aja,” katanya.
Namun sekarang, Hafizah mengaku sempat terlintas untuk diet ketat. Namun orang tua, saudara dan teman-teman banyak yang mencegah karena khawatir dia sakit.
”Akhirnya, aku menerima tubuh gemukku sebagai anegerah dari Allah. Kan nggak semua orang diberi kesempatan untuk gemuk seperti aku,” katanya dengan mata berbinar.
Alif, mahasiswa Fakultas Ekonomi Unri juga berbagi cerita mengenai awal kegemukannya.
”Dulu sih aku ini kurus, hanya saja dari SMP aku sangat suka yang namanya ngemil. Tapi aku nggak terlalu ambil pusing, karena menurutku sama aja gemuk ataupun kurus yang penting hatinya baik,” ceritanya sambil tersipu-sipu malu.
Yang Penting Nyaman
Wenny, alumni SMAN 2 Bengkalis, lain lagi ceritanya. Doski ini pernah gemuk banget saat duduk di kelas 2 SMA. Ceritanya, doski nih dari SMP sampai kelas 2 SMA bersekolah di sebuah pondok pesantren.
”Selama di sana makan sekadarnya. Ya namanya juga anak santri. Juga nggak boleh keluar dari lingkungan pondok,” katanya. Saat kelas 2 SMA, doski pun pindah dan masuk SMAN 2 Bengkalis. ”Alhasil, semenjak pindah, langsung deh balas dendam. Makan terus. Jadinya ya begini ini, aku jadi gemuk banget,” katanya sambil tertawa.
Tapi, doski mengaku cuek aja meski bertubuh subur. ”Yang penting kan aku merasa nyaman dengan tubuhku ini. Lagian juga. Gemuk itu tandanya banyak makan dan cukup gizi kan,” katanya sambil nyengir. Huh…dasar! (Melda & Enda Kaswara-CCMD)













gemuk bukanlah sesuatu yang “jelek/negatif/buruk”, gemuk hanyalah kesalahan pola makan yang terakumulasi selama bertahun-tahun.
jika kita merasa gemuk karena salah kita sendiri, kita harus ikhlas dan tetap bersyukur kita diberi gemuk, namun ikhlas bukan berarti pasrah…..ikhlas adalah menerima semuanya dengan perasaan positif dan terus berusaha menjadi lebih baik. jadi berusaha dan berniat untuk memelihara kesehatan dengan cara diet sehat untuk menurunkan badan adalah juga termasuk upaya keikhlasan kita terhadap anugrah gemuk yang kita miliki. ikhlas bukan berarti menyerah dan putus asa. klo kita tau kita gemuk dan gemuk itu menimbulkan bibit penyakit baru, berdiam diri adalah sebuah keputus asaan, masih ada jalan dan waktu untuk memperbaiki diri. merawat tubuh ini adalah termasuk wujud syukur kita diberikan tubuh yang sehat dan sempurna. kita harus terus menjaga tubuh kita karena tubuh kita adalah titipan ALLAH untku kita “gunakan”
Silakan beri komentarmu