Home » Archive

Articles in the Puisi Cinta Category

Puisi Cinta »

[28 Feb 2010 | No Comment | 299 views]

yang Hilang
Biar namamu abadi
Di hatiku
Sebagai tulisan dindingnya
Yang rapuh
Biar wajahmu abadi
Di mataku
Sebagai khayal dan mimpiki
Yang indah
Biar senyumm

Puisi Cinta »

[28 Feb 2010 | No Comment | 98 views]

Di bawah terang bulan
antara gemerlap bintang
ribuan kata-kata manis nan menggoda
iringi kesunyian malam
sekuntum mawar pun
ikut hanyut dalam keindahan
nyanyian jangkrik-jangkrik malam
seolah tak pernah dihiraukan
merajut cinta kekasih
pemandangan indah itu
takkan dapat dilukis atas kanvas
hanya bermetafora dal

Puisi Cinta »

[21 Feb 2010 | One Comment | 192 views]

(spesial untuk i)
Galois dan Gauss tak akan mengerti
hipotesis kegundahan hatiku
terdefinisi dalam diferensial fungsi hatimu
penuh solusi
penuh dimensi
Euler sang pujangga pun tak akan mengerti
Saat kututup lingkaran mataku
terbayang transformasi matriks jiwamu
yang singular dengan determinan jiwaku
akulah adjoin

Puisi Cinta »

[21 Feb 2010 | No Comment | 150 views]

Lewat terpaanmu
Dengarkan aku
Ada cerita tersimpan merintih sedih
Ada cinta perih yang ringkih
Dan hembusanmu membelaiku
Seolah mengerti yang tersirat di sanubari
Singgahsana asmara yang  terbangun
Dan jalannya berliku
Seakan hancur tepat di depan mataku
Mungkin yang dikasih tak t

Puisi Cinta »

[14 Feb 2010 | 2 Comments | 144 views]

Benakku menduga-duga
sebait kata
yang menerbangkan
kapas-kapas rindu
di pucuk daun penantian
aku terus bermandi luka
perih menganga
Kucoba menafsir makna
ada halte cinta
yang tak pernah kita singgahi
hingga kita tertinggal kereta waktu

Puisi Cinta »

[6 Des 2009 | One Comment | 689 views]

Lorong waktu, kilat
Menembus dudukan sepi
Mengisi serpihan hati
Terpenjara oleh cinta
Berawal dari perpisahan
Menyemai pencarian rasa
Belenggu kata
Kepingan senja
Pertemuan menghadirkan asa
Buncahan rasa yang kian peka
Tertanam dalam rajut mesra
Berukir senyum reling mata
Suatu waktu
Tergugu dalam satu pintu
Terpenjara, ujung kebimbangan
Mengais seraut hasrat
Cinta hadirkan selaksa warna
Membuncah asa sunyi
Mengukir lena
Bersembunyi di balik denting pelangi
Dibalik keindahan cinta
Ada luka
Kini semua kian meraba
Lelah dalam asa
Terbalut cinta semu
Hadirkan kelu
Mengukir nafas sendu
Terjepit di antara dua cinta
Sesayap hati yang mati
Tergores dalam resah yang mengembun
Yang mana cinta sejati?
Berselimut rindu
Bingkai tarian iman
Menuju cinta-MU
————————-
Puisi Cinta Karya: 

Puisi Cinta »

[22 Nop 2009 | One Comment | 358 views]

Dalam persidangan cinta
Aku duduk di kursi terdakwa
Jaksa menuntut menuduhku
telah mencuri hatimu
Pengacaraku tak mampu membela
Akhirnya ku dijatuhi hukuman
seumur hidup mencintaimu
————————————–
Puisi Tentang Cinta
Karya: Nadya Rahmafitri
Kelas X.2 SMA Cendana Pekanbaru

Puisi Cinta »

[23 Agu 2009 | No Comment | 545 views]

Langkah tertuju ke arah Satu
Termangu, justru aku tidak tahu
Tebar cinta menyembah pada-Nya
Kasat di mata, menggema di telinga
Di persimpangan sepertiga malam
Lisan. Iman berkata illahi
Cintaku satu-satu untuk-Mu

Puisi Cinta »

[9 Agu 2009 | 2 Comments | 900 views]

Cinta..
Bagi para pecinta
Lebih dari sekedar asa
Tak terungkap kata-kata
Rindu..
Bagi jiwa yang sayu
Terdengar lebih merdu
Menutup matapun tak mampu
Sayang..
Bagi para penyayang
Rasa takkan hilang

Puisi Cinta »

[2 Agu 2009 | No Comment | 529 views]

Aku titik
waktu kamu di sisi
Aku koma dan
tanya mau kata apa
Lalu aku kata
jika aku hati kamu
Kamu tanya mau kata apa
Aku kata
kamu sama dengan garis miring
tidak sama dengan aku?
Kamu masih tanya dan titik
Lalu kamu kata
kamu di antara sama dengan

Puisi Cinta »

[19 Jul 2009 | One Comment | 1.318 views]

Begini saja, kalau kau merasa
kata mampu mewakili setiap
yang pernah diciptakan oleh musim, bagi kekasihnya
izinkan aku menjadi risalah
yang dibawa oleh angin
untuk kalbu semesta
atau menjadi hujan
yang paling teduh
bagi perkampungan.
juga pula menjadi kemarau
yang menggugurkan
daun ke pangkuanmu,
lengkap dengan nama

Puisi Cinta »

[12 Jul 2009 | No Comment | 550 views]

Kata cinta yang kuucapkan tak lagi bertaji
Lafaz hanya tinggal lafaz tak bermadah
Tak seperti hiasan bunga di tepak
Yang pernah kausuguhkan
Yang bersih kasih berpinang rindu
Lalu kuberzapin sunyi
entah berapa lama
Menyusun langkah berpantun resah
Mengelak terkam merah matamu
Mencari makna yang hilang arah
Kini setelah dialun gambus ditingkah marwas
Aku pun bernyanyi
tak hanya sekedar menghibur hati