Home » Archive

Articles in the Cerpen Remaja Category

Cerpen Cinta »

[19 Apr 2009 | 12 Comments | 7.085 views]
Lelaki dan Rindu - Sebuah Cerpen

Tempat ini kian gelap. Apakah sudah malam? Ah, tidak. Hari belum malam. Tapi, mengapa hitam demikian padu di depan mataku? Aku terus berjalan. Berlari. Anehnya aku masih merasa tetap di tempat.
“Doni, lupakanlah aku.” Tiba-tiba suara itu terdengar. Sayup, pelan sekali. Namun kupastikan aku bisa menerka siapa pemilik suara merdu itu.
Ela, kau Ela kan? Wahai kekasihku, di mana dirimu? Telah sekian lama aku menanti, telah sekian lama pula aku mencari. Kau tahu? Kerinduanku padamu telah menumpuk dalam gudang-gudang waktu. Belum sempat kukirim karena kau hilang begitu saja. Ela, kembalilah. Aku begitu …

Cerpen Cinta »

[11 Apr 2009 | 3 Comments | 5.041 views]
Yang Kita Tahu

Hari ini hari yang baik untuk berpikir. Wira duduk di bangku taman, menelungkupkan kedua telapak tangannya yang saling menindih. Ia sedang menunggu seseorang. Masih banyak waktu untuk berpikir. Ia menunggu dengan tenang, tidak cemas atau bosan seperti kebanyakan orang. Ia menikmati waktu yang dimilikinya.
Yang ditungguinya adalah orang yang istimewa, tetapi bukan “istimewa” yang dimaksud remaja jaman sekarang, tapi istimewa apa adanya. Ingatkah kamu tentang teman masa kecilmu, yang selalu menungguimu jika kamu terlambat, memberikanmu sepotong kuenya walaupun ia sendiri lapar, ataupun membantumu bangkit ketika terjatuh dari sepeda, semua ia lakukan …

Cerpen Cinta »

[29 Mar 2009 | 35 Comments | 10.001 views]
Ghost OF Love - Sebuah Cerpen

“Vin, besok jangan lupa bawa catatan kimia, fisika, matematika, and biologi ya,’’ kata Adit.
‘’Iya deh,,iya..,’ ‘ sambungku.
‘’Eits,,wait !oh ya,catatan jepang juga ya..,’’ kata Adit lagi.
‘’Iya…,’’ jawabku singkat.
‘’Jangan lupa lho…,’’ katanya lagi.
‘’Iya Dit….iya…,’’ jawabku singkat lalu kututup HP-ku. Habisnya,temanku yang satu ini paling recok deh. Kalau bicara sama dia,aku bisa gondokan nih…tapi,dia itu teman aku yang paling baik lho. Ada satu lagi temanku yang namanya Rian, hubungan kami bertiga sangat akrab.
Esoknya, saat istirahat,aku dan Rian pergi ke kantin untuk makan. Beberapa saat kemudian Adit tidak muncul juga. Kami berdua keheranan, padahal …

Cerpen Cinta »

[22 Mar 2009 | 32 Comments | 11.964 views]
Persahabatanku Hancur Cuma Karena Cowok

Sekarang aku sudah di SMK dan akupun mempunyai teman baru. Tapi semua teman aku tidak   satupun yang bisa jadi teman dekatku. Sesudah tiga bulan, aku di sekolah itu akhirnya akupun memiliki teman yang aku percaya  dan aku anggap dia sebagai teman curhat. Dan aku pun percaya sama dia.
Sebelumnya kami sama-sama tidak punya cowok alias kami jomblo.
Persahabatan aku sama dia (teman dekat aku namanya Yana) sangat akrab. Dia sering curhat tentang keluarganya ama aku. Begitu juga dengan aku. Kami sama-sama mengetahui tentang keluarga kami berdua. Aku dan Yana pun berjanji tidak …

Cerpen Remaja »

[15 Mar 2009 | 2 Comments | 4.221 views]
Sahabat, Apa Kabar? - Sebuah Cerpen

“Anak-anak, hari ini kita akan belajar menulis dan menceritakan pengalaman yang berkesan bagi kalian, baik itu pengalaman yang menyedihkan, menyenangkan maupun yang lucu. Ibu akan minta kalian menulisnya di dalam buku latihan,” kata Bu Fani panjang lebar. Beliau adalah guru bahasa Indonesia yang mengajar di kelas kami, IX B.
Hari ini Bu Fani meminta kami menulis pengalaman yang berkesan di hati. Tapi aku masih bingung mau menulis apa. Teman-teman sudah mulai menulis, pena menari-menari di atas kertas mereka. Kelas hening. Semua khusuk menulis pengalaman masing-masing. Aku terus mencoba mengingat-ingat kejadian atau …

Cerpen Remaja »

[8 Mar 2009 | No Comment | 2.334 views]
Titipan Hujan - Sebuah Cerpen

Jalanan kota bertuah ini masih becek karena hujan semalam.  Kemarin sore, Pak Junaidi menyuruhku untuk mengantarkan proposal ini ke tempat salah satu kenalan lamanya yang kini tengah mengurusi perusahaan karet.  Ia membekaliku dengan upah Rp100.000, itu semua tidak termasuk uang konsumsi dan transport.
Memang, usaha yang dibuka Pak Junaidi tidak dapat dikatakan usaha besar. Namun, jika ditinjau dari peluang ke depan, usaha yang digelutinya cukup menjanjikan. Sebenarnya aku bukanlah anak buah Pak Junaidi. Saat itu aku tak sengaja bertemu dengannya di salah satu rumah makan tempat aku bekerja sebagai pelayan. Sejak …

Cerpen Cinta »

[6 Mar 2009 | 21 Comments | 10.021 views]

Tililit…. Tililit…. Tililit…. Tililit…. Tililit…. Tililit….Dengan malas Rona menggerakkan tangannya. Ia berusaha meraih handphone yang terletak di atas meja tepat di sebelah tempat tidur dengan mata masih terpejam.
 “Ha..lo …”, sahut Rona dengan perlahan setelah memencet salah satu tombol handphone.
 “Ya ampun Na! Lu baru bangun ya?” tanya Rara.
“Yaaaa, ada apa sih Ra?” sahut Rona dengan mata masih mengantuk.
“Tumben banget lu kesiangan? Emang semalam lu begadang ya?” tanya Rara lagi.
“Iya nyelesain paper yang disuruh Bu Rani. Weker gue rusak, makanya telat bangun,” jelas Rona perlahan.
“Ohhhh….gitu, ya udah! Sekarang lu mandi dan cepat-cepat …

Cerpen Cinta »

[21 Feb 2009 | 4 Comments | 5.980 views]

Aku menunggu sejam yang lalu dalam terik suci mentari hingga mengalunnya rintik sunyi hujan di sore itu. Kudengar hingga kunanti kereta senja yang datang di ufuk timur tiba. Aku pun tak tahu siapa dan mengapa diriku berada di sini dalam keheningan siluet senjamu. Dalam ruang-ruang dimensi atau wujud tiada hendaki cinta bernaung dalam gelora asmara di setiap jiwa anak cucu Adam diciptakan.

Cerpen Cinta »

[14 Feb 2009 | 9 Comments | 13.090 views]

Seorang sahabatku, Mimi namanya, kami bersahabat puluhan tahun sejak kami sama-sama duduk di sekolah dasar (SD). Mimi gadis sederhana, anak tunggal seorang juragan sapi perah di wilayah kami, memiliki mata sebening kaca, dan lesung pipit yang manis menawan siapa saja dan akan runtuh hatinya jika memandang senyumnya. Termasuk saya.
Dan nilai tambahnya adalah dia seorang yang sangat soleha, yang patuh pada kedua orang tuanya. Tetapi Ranu, ’’don juan’’ yang satu ini juga sangat menyukai Mimi. Track record-nya yang begitu glamor dan mentereng tidak meragukan untuk merebut hati Mimi.

Cerpen Cinta »

[9 Feb 2009 | 29 Comments | 12.869 views]

“Pagi hari, di kediaman keluarga darmawan…..
“Ya….. masa Dinda ke skul harus naik angkot sich, Bun?”
”Hari ini Pak Kosim nggak bisa ngantar. Karena anak nya lagi sakit, dan semalam dia izin pulang. Udah,  sekali-kali kamu berangkat naik angkot, napa? Buruan sana berangkat, ntar kamu telat lho!!!”
”Ya udah dech….Dinda pergi dulu ya, Bun!”
Hari ini adalah hari yang menjengkelkan bagi Dinda. Karena supirnya harus nemani anaknya di rumah sakit. Alhasil dia harus berangkat ke skul naik angkot.

Cerpen Remaja »

[1 Feb 2009 | 7 Comments | 5.110 views]

“Aku lagi jatuh cinta nih, Din”.
Dinda cuek saja mendengar kata-kata Rani dan tetap meneruskan novel yang sedang dibacanya.
“Hei Din, dengarin dulu dong,” kata Rani kesal karena nggak digubris alias dikacangin.
“Iya, Non. Aku dengarin koq. Cowok mana lagi kali ini yang membuat dirimu kesetrum oleh getaran-getaran cinta?” tanya Dinda seraya menaruh buku bacaaannya di samping tempat tidurnya.
Sebenarnya Dinda agak segan mendengar cerita Rani. Sobatnya sejak SMP hingga kuliah di universitas yang sama dan sekost pula ini pasti naksir cowok lagi. Biasanya itu nggak akan bertahan lama. Paling cepat dua minggu dia …

Cerpen Hari Ibu, Cerpen Remaja »

[11 Jan 2009 | 15 Comments | 7.879 views]

Aku melangkah tergesa. Tak sabar agar segera sampai di rumah. Dalam benakku tergambar senyum mengambang di bibir Ayah. Membayangkan senyum Ayah kedua kaki jenjangku semakin gesit berloncatan.
“Aku menang lomba menulis cerpen, yah,” ucapku begitu menginjak teras sambil memamerkan piala di tanganku.
Ayah menurunkan koran yang sedang dibacanya lalu menatapku sebentar, setelah itu membaca lagi.
Melihat wajah datar Ayah senyum di bibirku surut. Bergegas aku masuk rumah, menemui ibu.