Home » Archive

Articles in the Cerpen Remaja Category

Cerpen Hari Ibu »

[13 Sep 2009 | 15 Comments | 5.489 views]
Meniti Jejak Ibu

Hujan belum deras namun angin sangat kencang. Dinginpun mulai menusuk tulang. Tapi cuaca ini tidak mempengaruhiku untuk segera meninggalkan jendela kamarku. Aku senang berdiri di sini. Mengamati banyak hal. Mobil-mobil yang sibuk berpacu di jalan raya sebelah utara, perkampungan kumuh yang sangat kontras dengan lingkungan kami di sebelah timur, juga kanak-kanak yang sibuk berlari-lari di jalan depan rumahku. Dari jendela ini aku bisa menyaksikan semuanya. Termasuk mengulang kembali memori setahun yang lalu.
Seperti saat ini, Ramadan tahun lalu pun aku suka berdiri di jendela ini sambil menunggu waktu berbuka. Tentu aku …

Cerpen Remaja »

[13 Sep 2009 | 3 Comments | 4.668 views]

Matahari sore ini tampak bersembunyi di balik awan putih. Angin bertiup sepoi-sepoi menyejukkan kulit. Aku sedang menyusun cendol, rumput laut, potongan kecil nanas dan papaya, juga agar-agar dan cincau ke masing-masing toples. Tak lupa air gula dan santan. Yah, ini hari pertamaku berjualan di pasar kaget Ramadan, pasar yang menjual aneka makanan untuk berbuka, sejak seminggu yang lalu puasa. Berkat anjuran Dik Retno, perempuan anggun berjilbab yang tinggal di sebelah rumah kontrakanku. Usianya terpaut beberapa tahun di bawahku. Tetapi dialah satu-satunya perempuan yang aku bisa jadikan tempat curahan hatiku.
Bermula di …

Cerpen Remaja »

[23 Agu 2009 | One Comment | 2.342 views]

Cuaca semakin hari semakin tak bersahabat. Aku pikir cuaca akan terus seperti pertempuran antara Israel dan Palestina, gelap, kelam, dan gemuruh-gemuruh kecil yang menembus atmosfer bumi. Tapi, karena pusat tata surya tak mampu lagi membakar dirinya sendiri, makanya awan yang menyelimuti bumi pun diusirnya jauh-jauh. Awan hitam mulai berlari menghindar. Tanpa minta izin lagi kepada penghuni bumi, bola api besar itu mengobarkan panasnya.
Aku datang pagi-pagi sekali. Embun yang menusuk tulang pun belum usai menebarkan semerbak bau bunga putih mungil ini. Ketika aku masuk dalam kelas, terlihat tiga orang temanku yang …

Cerpen Remaja »

[16 Agu 2009 | No Comment | 3.043 views]

Tatapku tergantung di awang, menerobos ke sela-sela angan yang panjang. Bayangan mimpi sebuah masa depan. Masa depan yang tak pernah dimengerti oleh siapapun. Sebab terlalu abstrak. Sampai aku membangun sebuah tirani kokoh dalam hidupku. Mengharamkan siapa saja masuk menjelajahinya, bahkan sebuah kata membosankan “menikah” sekalipun. Sampai taman hidupku menjadi dunia indah, seperti yang kuidam-idamkan sejak awal aku menggeluti dunia pujangga. Aku tak peduli dunia menatapku bingung. Bahkan tak jarang menuding aku sok hebat, mengejar karir berlebihan. Menunda-nunda menyempurnakan agama.
Aku tak ingin frustasi pada waktu. Kupikir waktu sudah cukup tepat mengantarkan …

Cerpen Cinta »

[9 Agu 2009 | 19 Comments | 6.380 views]

Aku hanya seorang penulis pemula. Apakah serangkaian kata-kata tanpa makna akan mungkin merubah cerita ini hingga menjadi cerita yang berakhir bahagia?
Pelangi itu indah karena mempunyai tujuh warna: merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu. Tetapi hidupku lebih indah. Sebab, aku mempunyai Intan. Kehadirannya bagaikan spektrum sang surya yang memberiku berjuta warna.
Nama kecilnya Intan. Pernahkah kau dengar kisah cinta pertamanya dengan aku? Ah, kau pasti berfikir kisah kami seperti Sunny yang diperankan Bunga Citra Lestari. Atau kisah Isabella dari negeri jiran Malaysia. Atau juga kisah Manohara. Ah, tidak, saudara. Aku …

Cerpen Remaja »

[2 Agu 2009 | 6 Comments | 7.587 views]

KEVIN Danubrata melangkahkan kakinya dengan tenang memasuki taman kota. Matanya menatap tajam ke depan. Langkahnya yang pasti menunjukkan dia sudah mengenal taman ini dengan baik. Tanpa tergesa-gesa dia  menuju salah satu bangku yang terdapat di bawah pohon. Bangku itu menghadap ke air mancur yang banyak terdapat di taman itu.
Di bangku itu telah duduk seorang wanita. Wanita itu berkulit putih, berambut hitam panjang, dan cantik. “Hai, Arya. Sudah nunggu lama?” sapa Kevin tenang.
“Duduklah,” balas si wanita tanpa menatap Kevin sama sekali. Matanya menatap kosong dengan ekspresi yang sulit digambarkan. Alis Kevin naik. …

Cerpen Remaja »

[26 Jul 2009 | 27 Comments | 14.056 views]
Cinta Pertama

Namun perasaan ragu selalu mendera hatiku. Akankah Adit punya perasaan yang sama denganku. Aku tidak mengenal baik Adit. Aku setahun lebih tua darinya. Status sosial keluargaku dan keluarga Adit bagaikan langit dan bumi. Ayah Adit seorang pengusaha sukses dan ibunya seorang guru. Sedangkan keluargaku adalah keluarga termiskin. Ayah tiada sejak aku masih kelas 1 SD. Ibuku kemudian berjualan kue-kue untuk menghidupi kami yang sehari hanya menghasilkan uang sekitar limabelasan ribu. Aku juga sering membantu menjualkan kue-kue ibuku ke sekolah. Namun semua itu belum cukup untuk membiayai ibu dan kami, empat …

Cerpen Remaja »

[19 Jul 2009 | One Comment | 2.441 views]

Angin dingin masih menyergap pakaianku ketika kuputuskan untuk berjalan kaki menuju Stasiun Lempuyangan. Sepatu hak tinggi lama kelamaan membuat kaki ini semakin nyeri, sementara handphone tak henti-hentinya bergetar menunjukkan tumpukan pesan singkat masuk. Aku tak begitu peduli, termasuk ketika beberapa bapak penarik beca yang iseng-iseng menyapaku, aku hanya mengangguk. Kadang tak kuanggap sama sekali. Tapi sayup-sayup kudengar pembicaraan mereka setelah aku melintas, pasti tentang aku.
Tak ada yang berubah dari hawa pembuka hari di Stasiun Lempuyangan. Aku memilih lewat jalan persimpangan pintu kereta untuk menghindari peron. Ya, karena aku tak membeli …

Cerpen Remaja »

[12 Jul 2009 | 8 Comments | 6.730 views]

Kakiku menyusuri trotoar jalan yang sempit. Pagi itu semua aktivitas dimulai, di pagi Senin yang melelahkan. Hari di mana aku harus mengumpulkan tugas kimia dan fisika, yang di dalamnya terdapat banyak rumus yang tak kumengerti. Serta tak luput hafalan Bahasa Prancis, yang jelas tujuan pembelajarannya (mungkin berguna bagi mereka yang bisa ke Prancis dan bertemu Zinedine Zidane). Tapi pelajaran itu sungguh sangat membosankan bagi orang sepertiku. Karena untuk bermimpi pergi ke negara se-Asia saja aku tak sanggup, apalagi sampai ke benua Eropa yang di dalamnya terdapat banyak ilmuwan terkenal itu.
Berbeda …

Cerpen Remaja »

[5 Jul 2009 | One Comment | 3.236 views]

Matahari tetap terbit dari timur dan tenggelam di ufuk barat, walau kini aku telah berumur dua puluh dua tahun. Matahari boleh tetap bergulir dari timur ke barat, tapi perjalanan hidupku tak mampu bergulir tetap. Perubahan demi perubahan menjadi warna dalam hidupku. Si Bujang Senang.
“Puas-puaskan masa mudamu. Agar kelak, tidak menjadi duri dalam keluarga.” Kata-kata mendiang ibuku yang telah lama meninggal. Masih kental di ingatanku. Keinginan berumah tangga pun timbul tenggelam, bagai sabut yang dipermainkan gelombang pasang di lautan lepas.
“Kamu kurang apa lagi, Juv? Tampang punya. Pekerjaan oke. Umur pun sudah …

Cerpen Remaja »

[28 Jun 2009 | No Comment | 4.098 views]
Tanpa Kata - Sebuah Cerpen

Sketsa rembulan di angkasa raya menampakkan senyum bulanannya kembali. Aku, Gio, kembali memainkan ujung bolpoin untuk menenangkan jiwaku yang baru saja di hantam gelombang terbesar yang pernah ada. Sudut mataku mengatakan pada dunia bahwa aku perlu untuk menata hati yang pernah kacau tak karuan. Namun, akal sehatku menentang itu.
Kini aku tengah duduk sendiri di dalam kesepian menunggu putusan antara perdebatan hati dan pikiran. Mungkin untuk kali ini aku harus mengikuti pikiranku yang memang sedang kacau. Menurutku, buat apa kita terus-terusan menata hati kalau nyatanya akan kacau kembali seperti sediakala. Biarkan …

Cerpen Remaja »

[21 Jun 2009 | 5 Comments | 3.062 views]
Mengubur Asa - Sebuah Cerpen

Enam tahun lalu…
Anna Nurul Puspita gadis manis yang cerdas, ceria, sedikit nakal namun punya seribu impian, salah satu impiannnya yaitu kuliah ke luar negeri di Sorbonne University dan jadi psikolog terkenal di Indonesia. Demi impiannya ini Anna mati-matian belajar, ia ingin mendapatkan beasiswa untuk kuliah di negeri yang kata orang adalah negeri terindah yaitu Prancis. Anna telah melewati ujian untuk mendapat beasiswa namun hasilnya baru akan keluar sebelum UAN diselenggarakan. Setiap hari Anna menunggu kabar dari pihak penyelenggara beasiswa tapi tak kunjung ada kabar, dia sangat berharap bisa mendapatkan beasiswa …